ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BERITAKARAWANG.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penataan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi berpotensi untuk menghemat anggaran sekitar 10 persen. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers di kawasan DPR RI pada Kamis (20/8).
Purbaya menjelaskan bahwa pemerintah saat ini sedang menghitung besaran penghematan yang mungkin diperoleh dari penataan subsidi ini. “Kita masih menghitung. Kira-kira bisa menghemat separuh dari total anggaran yang ada,” tuturnya.
Strategi Pembatasan Akses BBM Subsidi
Salah satu strategi yang sedang dipertimbangkan adalah membatasi akses bagi kelompok masyarakat yang berada dalam desil 10. Pembatasan ini bukan dimaksudkan untuk memperketat penyaluran, melainkan untuk memastikan bahwa subsidi ini tepat sasaran dan hanya diterima oleh mereka yang berhak.
Purbaya menegaskan, “Ini bukan untuk memperketat. Kita hanya ingin memastikan bahwa subsidi ini tepat sasaran. Mungkin dalam beberapa bulan ke depan, kita akan mulai membatasi untuk desil 10.”
Diskusi Antara Kementerian
Dalam kesempatan sebelumnya, Purbaya juga bertemu dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk mendiskusikan rencana pembatasan subsidi BBM jenis Pertalite, khususnya untuk kelompok masyarakat yang mampu, termasuk desil 9 dan 10. Bahlil menyatakan bahwa rencana ini masih dalam tahap kajian.
“Pembatasan Pertalite saat ini masih dalam kajian. Kebijakan yang berlaku untuk pengisian Pertalite masih sama seperti sebelumnya,” ungkap Bahlil saat diwawancarai di sela-sela acara Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta International Convention Center pada Rabu (19/8).
Pentingnya Penataan Subsidi BBM
Purbaya menekankan bahwa penataan subsidi BBM sangat penting untuk menjaga keseimbangan anggaran negara, terutama di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini. Dengan penghematan yang diharapkan dari penataan ini, pemerintah dapat memfokuskan anggaran untuk sektor-sektor yang lebih prioritas.
“Dengan adanya penghematan ini, kita bisa alokasikan anggaran untuk sektor-sektor yang lebih dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Pengawasan dan Evaluasi
Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan ini sehingga dapat memberikan hasil yang optimal. Purbaya menambahkan, “Kita akan terus memantau efektivitas dari kebijakan ini untuk memastikan bahwa subsidi tepat sasaran dan memberikan manfaat yang maksimal untuk masyarakat.”
Kesimpulan
Pembatasan BBM subsidi yang tengah dikaji oleh pemerintah diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap penghematan anggaran dan memastikan subsidi tepat sasaran. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhak menerima bantuan.







