ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BERITAKARAWANG.ID – PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah menjajaki kemungkinan untuk mengembangkan jalur bawah tanah baru yang menghubungkan kawasan Blok M hingga Senayan. Rencana ini muncul setelah keberhasilan proyek jalur pejalan kaki bawah tanah di Stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang telah rampung.
Peluang Konektivitas Baru
<pDirektur Utama PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ), Ferdiansyah Roestam, menyebut bahwa extended concourse di Bundaran HI akan menjadi model bagi pengembangan jalur serupa di lokasi lain dengan fokus pada konektivitas pusat kegiatan dan bangunan komersial. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas di area yang padat, termasuk kawasan Senayan yang terkenal dengan berbagai pusat bisnis dan hiburan.
Tantangan dalam Pembangunan
Ferdi menjelaskan bahwa membangun extended concourse bukan tanpa rintangan. Salah satu tantangan terbesar adalah kondisi utilitas bawah tanah yang seringkali tidak sesuai dengan gambar teknis yang ada. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan saat proses pengeboran, di mana kabel atau utilitas lain dapat ditemukan di lokasi yang berbeda dari yang diperkirakan.
“Kami harus berputar otak untuk menyelesaikan masalah ini. Proyek ini adalah yang pertama dari jenisnya, sehingga kami tidak memiliki referensi untuk dijadikan pedoman,” ungkap Ferdi dalam sebuah workshop yang diadakan di kantor MRT Jakarta, Jakarta Pusat.
Konektivitas dan Dampaknya pada Ekonomi
Pengalaman dalam menghubungkan transportasi publik dengan pusat perbelanjaan di kawasan MRT menjadi salah satu pertimbangan utama untuk proyek mendatang. Ferdi memberikan contoh sukses sebuah pusat perbelanjaan di Blok M yang kini terhubung dengan MRT melalui jembatan layang. Transformasi ini berhasil meningkatkan tingkat okupansi pusat perbelanjaan tersebut dari yang sebelumnya sepi menjadi hampir penuh.
“Sebelumnya, pusat perbelanjaan itu hampir ditinggalkan. Namun sekarang, tingkat keterisiannya mencapai 99,9 persen. Ini menunjukkan betapa pentingnya konektivitas yang dibangun oleh MRT,” tambahnya.
Pengembangan Beragam Fungsi Bangunan
Ferdi juga menjelaskan bahwa pengembangan extended concourse tidak hanya akan terfokus pada pusat perbelanjaan, tetapi juga pada bangunan yang memiliki fungsi beragam sesuai dengan arahan Pemprov DKI Jakarta. Hal ini meliputi pusat perbelanjaan, perkantoran, hingga area olahraga yang dapat saling terhubung melalui jalur bawah tanah.
“Gubernur DKI Jakarta telah menyampaikan harapannya agar beberapa mal di Jalan Asia Afrika dapat terhubung melalui jalur bawah tanah. Ini adalah salah satu contoh bagaimana kita bisa menciptakan area dengan fungsi campuran yang saling terhubung dengan transportasi publik,” jelas Ferdi.
Rencana dan Timeline Proyek
Saat ini, fokus utama ITJ dan MRT Jakarta adalah menyelesaikan pembangunan extended concourse di Bundaran HI. Ruang ini dirancang untuk menjadi multifungsi, guna mengantisipasi peningkatan jumlah pengguna MRT yang diproyeksikan meningkat sekitar 6.000 orang setelah jaringan MRT diperpanjang ke Stasiun Thamrin dan Monas.
Ruang bawah tanah tersebut memiliki luas sekitar 4.439 meter persegi dan direncanakan akan dilengkapi dengan 24 area multifungsi untuk kegiatan komersial, termasuk restoran dan tempat hiburan. Target penyelesaian untuk proyek ini adalah pada Mei 2027, dan diharapkan dapat diresmikan pada bulan Juni 2027, bersamaan dengan peringatan lima abad Jakarta.
Kenyamanan Pejalan Kaki dan Aksesibilitas untuk Penyandang Disabilitas
Ferdi menggarisbawahi pentingnya kenyamanan pejalan kaki serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam setiap tahap desain pembangunan. Standar yang diinginkan adalah jalur pejalan kaki yang nyaman dan aman bagi semua kalangan, termasuk wanita yang menggunakan sepatu hak tinggi dan penyandang disabilitas.
“Kami berkomitmen untuk menciptakan jalur yang tidak hanya ramah untuk pejalan kaki, tetapi juga memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas. Ini termasuk memperhitungkan lebar jalur agar dapat digunakan dengan baik oleh semua pengguna,” tambahnya.
Walaupun saat ini ruang gerak pedestrian terbatas akibat adanya area kerja dan peralatan konstruksi, Ferdi memastikan bahwa kondisi tersebut akan diperbaiki setelah pekerjaan selesai dan kembali menjadi layak untuk dilalui.
Kesimpulan
Pembangunan extended concourse di Bundaran HI diharapkan dapat menjadi acuan bagi proyek pengembangan konektivitas bawah tanah di lokasi-lokasi lainnya. Dengan adanya rencana ini, diharapkan aksesibilitas di Jakarta dapat meningkat, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat di area metropolitan ini.







