ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BERITAKARAWANG.ID – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang melakukan upaya cepat untuk memperbaiki jalan nasional yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Ruas jalan yang paling terdampak adalah Krica-Lidi, sepanjang 4,1 kilometer di Desa Pulue, yang mengalami longsoran yang menutup akses jalan dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Langkah-langkah Penanganan Pasca-gempa
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen untuk segera menangani infrastruktur yang rusak akibat bencana ini. “Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama; secepatnya kita harus bangkit,” jelas Dody.
Tim BPJN NTT bersama pemerintah daerah telah melakukan identifikasi dan penyusuran di lokasi untuk memastikan kondisi ruas jalan serta jumlah titik longsoran. Hingga saat ini, teridentifikasi sedikitnya 10 titik longsor dengan variasi skala, mulai dari kecil hingga besar.
Mobilisasi Alat Berat untuk Perbaikan
Untuk mendukung percepatan penanganan, hingga Selasa, 18 Agustus malam, telah dikerahkan 2 unit excavator dan 1 unit kendaraan pikap L300 ke lokasi. Peralatan ini dimanfaatkan untuk membuka akses dan membersihkan material longsoran. Pada Rabu, 19 Agustus, tim gabungan berhasil menembus salah satu titik longsor di Desa Pulue dan saat ini sedang melanjutkan pekerjaan pembersihan agar akses dapat kembali dilalui dengan aman.
Prioritas Penanganan dan Keselamatan
Kementerian PU bersama pemerintah daerah berencana untuk terus melakukan penanganan pada titik-titik longsor lainnya secara bertahap, dengan prioritas pada lokasi yang memungkinkan untuk segera dibuka. Proses identifikasi kondisi lapangan akan terus dilakukan untuk menentukan kebutuhan alat, metode penanganan, dan prioritas pekerjaan di masing-masing titik longsoran.
Pada setiap langkah penanganan, Kementerian PU sangat memperhatikan keselamatan petugas dan masyarakat yang melintas di sekitar lokasi pekerjaan. “Kita harus memastikan bahwa semua kegiatan dilakukan dengan aman dan efisien,” tambah Dody.
Komitmen Kementerian PU untuk Pemulihan
Kementerian PU bertekad untuk mempercepat pemulihan infrastruktur jalan yang terdampak bencana ini, guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan aktivitas sosial ekonomi di wilayah NTT. Penanganan infrastruktur yang cepat dan tepat diharapkan dapat membantu masyarakat untuk kembali beraktivitas normal secepat mungkin.
Dengan langkah-langkah yang cepat dan terkoordinasi, diharapkan kondisi jalan dapat segera pulih sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan. Kementerian PU berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap situasi di lapangan.
(ins/ins)







