ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BERITAKARAWANG.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami penguatan pada perdagangan hari ini, Kamis (20/8). Analis Teknikal dari MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyebutkan bahwa IHSG memiliki dua kemungkinan skenario pergerakan. Pada skenario yang paling optimis, indeks berpotensi melanjutkan tren penguatan, sementara pada skenario yang kurang menguntungkan, risiko koreksi tetap ada.
“Dalam skenario terbaik, IHSG dapat menguat menuju area 6.512 hingga 6.544. Namun, jika skenario terburuk yang terjadi, IHSG bisa terkoreksi ke kisaran 6.056 hingga 6.230,” terang Herditya dalam laporan riset harian mereka.
Proyeksi Support dan Resistance IHSG
Herditya juga memperkirakan rentang pergerakan IHSG hari ini, dengan level support di angka 6.296 dan 6.201, serta resistance di level 6.599 dan 6.763. Ia merekomendasikan beberapa saham untuk diperhatikan, seperti ASII, ENRG, ICBP, dan MEDC.
Analisis Binaartha Sekuritas
Sementara itu, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas juga memberikan pandangannya. Ia menyatakan bahwa IHSG masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan setelah sebelumnya mengalami koreksi terbatas. Target resistance Fibonacci diprediksi berada di level 6.545.
“Jika IHSG mampu bertahan di atas 6.267 dan garis SMA-20, maka peluang untuk menguat menuju 6.545 masih terbuka lebar. Namun, jika terjadi penembusan di bawah level 6.267 dengan penutupan harian di bawah SMA-20, ini bisa menjadi sinyal awal terjadinya tren penurunan,” jelas Ivan.
Statistik Perdagangan IHSG Sebelumnya
Pada penutupan perdagangan Rabu (19/8), IHSG berada di level 6.394, mengalami penurunan sebesar 55,70 poin atau sekitar 0,86 persen dari posisi sebelumnya. Total transaksi yang dilakukan investor tercatat mencapai Rp14,28 triliun, dengan 36,01 miliar lembar saham diperdagangkan. Dari total saham yang diperdagangkan, 238 saham mengalami penguatan, 363 saham terkoreksi, dan 188 saham stagnan.
Rekomendasi Saham dari Ivan Rosanova
Ivan juga merekomendasikan beberapa saham yang dapat menjadi perhatian investor, di antaranya DEWA, KLBF, MBMA, dan MEDC. Dengan berbagai analisis dan proyeksi ini, para investor diharapkan dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam berinvestasi di pasar saham.
Catatan Redaksi: Berita ini tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi investasi secara spesifik. Semua keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.







