Harga Minyak Dunia Naik Menjadi US$91,87 di Tengah Ketegangan Perang AS-Iran

- Penulis Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak Dunia Naik Menjadi US$91,87 di Tengah Ketegangan Perang AS-Iran 1
Harga Minyak Dunia Naik Menjadi US$91,87 di Tengah Ketegangan Perang AS-Iran 2



ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BERITAKARAWANG.ID – Harga minyak dunia mengalami kenaikan pada perdagangan awal Kamis (20 Agustus 2026), dengan harga minyak Brent berjangka mencapai US$91,87 per barel. Kenaikan ini terjadi di saat pasar mencermati perkembangan terbaru dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta isu keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Pergerakan Harga Minyak di Tengah Ketegangan Internasional

Menurut laporan dari Reuters, harga minyak Brent naik sebanyak 25 sen atau 0,3 persen. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak September mengalami penurunan tipis sebesar 2 sen, menjadi US$85,81 per barel. Namun, kontrak WTI untuk bulan Oktober justru naik 14 sen atau 0,2 persen, mencapai US$84,53 per barel.

Harga Brent dan WTI telah mencatatkan kenaikan selama empat sesi berturut-turut pada Rabu (19 Agustus), menandakan tren positif bagi kedua acuan harga minyak ini. Kenaikan harga ini juga menjadi yang tertinggi sejak 24 Juli 2026.

Faktor Pengaruhi Kenaikan Harga Minyak

Menurut Hiroyuki Kikukawa, Chief Strategist dari Nissan Securities Investment, harga minyak tetap berada di level tinggi karena adanya serangan sporadis di kawasan Timur Tengah. Meskipun demikian, pasar belum menunjukkan momentum baru tanpa adanya eskalasi besar lebih lanjut. Kikukawa juga menyebutkan bahwa harga minyak berpotensi untuk terus meningkat secara bertahap di tengah ketidakpastian pembicaraan damai dan meningkatnya ketegangan antara Uni Emirat Arab (UEA), Oman, dan Iran.

Ketegangan ini semakin diperparah dengan keputusan UEA untuk menangguhkan semua transaksi keuangan dan ekonomi dengan Iran hingga waktu yang belum ditentukan, yang mengindikasikan hubungan yang semakin tegang antara kedua negara penghasil minyak utama di Teluk.

Perhatian Terhadap Selat Hormuz

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang sangat penting bagi perdagangan minyak global. Ketidakpastian mengenai kondisi keamanan di selat ini menjadi perhatian utama pasar. Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran dan menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, Iran justru mengklaim bahwa jalur tersebut masih ditutup.

Data pelayaran yang diperoleh pada Rabu (19 Agustus) menunjukkan bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz mengalami perlambatan. Banyak pemilik kapal yang memilih untuk menghindari jalur tersebut karena kurangnya sinyal positif mengenai pembukaan kembali jalur yang telah diblokade akibat perang dengan Iran.

Dampak Kenaikan Stok Minyak Mentah AS

Dari sisi pasokan, laporan dari Energy Information Administration (EIA) di AS menunjukkan adanya peningkatan persediaan minyak mentah dan bensin pada pekan lalu, sementara stok produk sulingan justru mengalami penurunan. Persediaan minyak mentah AS dilaporkan naik sebesar 4,4 juta barel pada pekan yang berakhir pada 14 Agustus, yang berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sebanyak 600 ribu barel.

Kenaikan ini menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan harga minyak, meskipun sentimen pasar masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Kesimpulan dan Prospek Masa Depan

Dengan kondisi pasar yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan perkembangan terkini di kawasan Timur Tengah, harga minyak diprediksi akan terus bergerak fluktuatif. Investor dan pelaku pasar akan terus memantau situasi di Selat Hormuz dan perkembangan lebih lanjut dalam hubungan antara AS dan Iran.

Berita Terkait

Menhub Tegaskan Pencabutan Izin Rute bagi Operator Kapal yang Manipulasi Data Manifest
IHSG Diprediksi Melanjutkan Tren Positif Hari Ini, Berikut Analisisnya
Danantara Menghadapi Tantangan Besar dalam Restrukturisasi BUMN Karya
Anggaran Subsidi Energi untuk 2027 Naik 20% Menjadi Rp272,94 Triliun
BERITAKARAWANG.ID – Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Investasi dan Ekspor Jadi Kunci Utama
FWD Insurance Syariah Resmi Dapatkan Izin Usaha dari OJK
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp32,9 Triliun untuk Sekolah Rakyat dalam RAPBN 2027
Kementerian Pertanian Targetkan Swasembada Gula Konsumsi pada 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang NTT, Dampak Terasa di Beberapa Kabupaten

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Viral! Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali Karena Perilaku Kasar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Berita: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Islami

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Berita Terkini: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang Inspiratif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

12 Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Perlu Diketahui

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dijatuhi Hukuman Penjara Empat Tahun atas Kasus Korupsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW: Peringatan Penuh Makna untuk Umat Islam

Berita Terbaru

Bisnis

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:53 WIB