Bursa Efek Indonesia Tanggapi Penundaan FTSE Russell terhadap Bobot Saham RI

- Penulis Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bursa Efek Indonesia Tanggapi Penundaan FTSE Russell terhadap Bobot Saham RI 1
Bursa Efek Indonesia Tanggapi Penundaan FTSE Russell terhadap Bobot Saham RI 2



ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BERITAKARAWANG.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan respons terkait keputusan FTSE Russell, penyedia indeks global, yang menunda penyesuaian bobot saham Indonesia hingga Desember 2026. Direktorat Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengapresiasi keputusan ini, yang dinilai sebagai langkah positif untuk memperkuat transparansi pasar modal Indonesia.

Keputusan FTSE Russell dan Pengaruhnya terhadap Pasar Modal Indonesia

Menurut Jeffrey, penundaan ini memberikan kesempatan bagi FTSE Russell untuk memantau efektivitas reformasi yang telah dilakukan di pasar modal Indonesia. Hal ini mencakup langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi data dan integritas.

“Kami terus berkomunikasi dengan penyedia indeks global untuk menjawab berbagai kekhawatiran dari investor dan meningkatkan integritas pasar,” tuturnya dalam keterangan resmi pada Rabu (19/8).

Langkah-langkah Reformasi yang Dilakukan BEI

BEI telah melakukan serangkaian reformasi untuk meningkatkan transparansi, salah satunya dengan memperkenalkan Price Impact Ratio sebagai metodologi penentuan saham dalam High Shareholding Concentration (HSC). Jeffrey memastikan bahwa ini akan membantu dalam meningkatkan aspek tradeability dalam proses replikasi indeks.

BEI juga berencana untuk menggabungkan informasi afiliasi dengan laporan pemegang saham di atas 1 persen, guna meningkatkan informasi dan transparansi kepada seluruh pelaku pasar.

FTSE Russell: Penundaan untuk Pengamatan Lebih Lanjut

FTSE Russell mengambil keputusan untuk menunda perubahan besar dalam indeks saham Indonesia hingga Desember 2026. Hal ini dilakukan untuk memberikan waktu yang cukup dalam memantau reformasi pasar modal yang bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan integritas data.

Dalam pengumumannya, FTSE Russell mencatat sejumlah langkah yang telah diambil oleh otoritas pasar Indonesia, termasuk penyediaan data kepemilikan saham di atas 1 persen dan publikasi daftar HSC.

Pembaruan Indeks di Masa Depan

Meskipun sejumlah perubahan besar ditunda, FTSE Russell berencana untuk menerapkan beberapa pembaruan terhadap saham Indonesia dalam tinjauan indeks September 2026. Pembaruan ini termasuk perubahan Industry Classification Benchmark (ICB) dan pembaruan jumlah saham secara kuartalan dengan buffer tertentu.

FTSE Russell juga akan menghapus saham yang tidak memenuhi syarat indeks, termasuk yang mengalami suspensi berkepanjangan atau masalah likuiditas.

Kesimpulan dan Harapan ke Depan

Melalui langkah-langkah ini, diharapkan pasar modal Indonesia dapat semakin dipercaya oleh investor. Jeffrey menegaskan pentingnya komunikasi yang baik dengan pelaku pasar untuk mendapatkan umpan balik mengenai reformasi transparansi yang sedang berjalan.

Dengan adanya penundaan ini, diharapkan FTSE Russell dapat memberikan penilaian yang lebih baik terhadap efektivitas reformasi yang diterapkan di Indonesia, demi meningkatkan daya tarik investasi di pasar modal.

Berita Terkait

Menhub Tegaskan Pencabutan Izin Rute bagi Operator Kapal yang Manipulasi Data Manifest
IHSG Diprediksi Melanjutkan Tren Positif Hari Ini, Berikut Analisisnya
Danantara Menghadapi Tantangan Besar dalam Restrukturisasi BUMN Karya
Anggaran Subsidi Energi untuk 2027 Naik 20% Menjadi Rp272,94 Triliun
BERITAKARAWANG.ID – Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Investasi dan Ekspor Jadi Kunci Utama
FWD Insurance Syariah Resmi Dapatkan Izin Usaha dari OJK
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp32,9 Triliun untuk Sekolah Rakyat dalam RAPBN 2027
Kementerian Pertanian Targetkan Swasembada Gula Konsumsi pada 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang NTT, Dampak Terasa di Beberapa Kabupaten

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Viral! Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali Karena Perilaku Kasar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Berita: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Islami

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Berita Terkini: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang Inspiratif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

12 Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Perlu Diketahui

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dijatuhi Hukuman Penjara Empat Tahun atas Kasus Korupsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW: Peringatan Penuh Makna untuk Umat Islam

Berita Terbaru

Bisnis

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:53 WIB