Bahlil Lahadalia: Indonesia Masih Memerlukan 700 Ribu Barel Minyak Impor Setiap Hari

- Penulis Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahlil Lahadalia: Indonesia Masih Memerlukan 700 Ribu Barel Minyak Impor Setiap Hari 1
Bahlil Lahadalia: Indonesia Masih Memerlukan 700 Ribu Barel Minyak Impor Setiap Hari 2



ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BERITAKARAWANG.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor minyak mentah, yang mencapai sekitar 700 ribu barel per hari. Hal ini disebabkan oleh kapasitas produksi minyak nasional yang hanya mampu mencapai 600 hingga 610 ribu barel per hari.

Konsumi minyak di Indonesia saat ini berada pada tingkat yang jauh lebih tinggi, yaitu antara 1,5 juta hingga 1,6 juta barel per hari. Dengan perhitungan tersebut, terlihat jelas bahwa terdapat kurang lebih 1 juta barel yang harus diimpor setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan.

Pentingnya Kebijakan Energi Nasional

Untuk menangani ketidakseimbangan antara konsumsi yang tinggi dan produksi yang rendah, pemerintah telah menerapkan kebijakan mandatori biodiesel B50. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan minyak mentah hingga 300 ribu hingga 390 ribu barel per hari, sehingga total impor yang diperlukan menjadi sekitar 700 ribu barel.

Bahlil menegaskan bahwa ketergantungan terhadap impor minyak harus segera dikurangi untuk mencapai kedaulatan energi nasional. Dalam acara Geothermal Convention & Exhibition yang berlangsung di Jakarta International Convention Center pada hari Rabu (19/8), ia menyatakan, “Rata-rata kita masih membutuhkan impor kurang lebih sekitar 700 ribu barel.”

Pengenalan Bahan Bakar B50

Bahan bakar B50 merupakan campuran dari 50 persen biodiesel yang berbasis kelapa sawit dan 50 persen solar fosil. Komposisi biodiesel dalam B50 lebih tinggi 10 persen dibandingkan dengan B40 yang sebelumnya digunakan.

Sebelum diperkenalkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli lalu, B50 telah menjalani serangkaian uji coba. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa pengujian laboratorium dimulai sejak awal tahun 2025 dan dilanjutkan dengan penggunaan B50 pada mesin diesel di berbagai sektor.

Pengujian ini mencakup sektor otomotif, transportasi laut, alat berat pertambangan, hingga pembangkit listrik. Sektor otomotif menjadi salah satu fokus utama, dengan uji jalan yang dilakukan dalam kondisi operasional sehari-hari untuk memastikan kesiapan implementasi B50.

Hasil Uji Bahan Bakar B50

Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa kualitas B100 sebagai bahan campuran B50 telah memenuhi spesifikasi yang dipersyaratkan. Parameter yang diuji meliputi kadar air, monogliserida, dan kestabilan oksidasi sesuai dengan rekomendasi Komite Teknis Bioenergi Cair.

Kadar air maksimum ditetapkan pada 300 ppm, yang lebih rendah dibandingkan dengan B40 yang mencapai 320 ppm. Sementara itu, kandungan monogliserida ditetapkan maksimum 0,47 persen massa, berkurang dari sebelumnya 0,5 persen massa pada B40. Kestabilan oksidasi juga meningkat menjadi minimal 900 menit, lebih tinggi daripada ketentuan minimal 720 menit pada B40.

Dengan semua langkah dan kebijakan ini, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor minyak dan menuju kedaulatan energi yang lebih baik.

Berita Terkait

Menhub Tegaskan Pencabutan Izin Rute bagi Operator Kapal yang Manipulasi Data Manifest
IHSG Diprediksi Melanjutkan Tren Positif Hari Ini, Berikut Analisisnya
Danantara Menghadapi Tantangan Besar dalam Restrukturisasi BUMN Karya
Anggaran Subsidi Energi untuk 2027 Naik 20% Menjadi Rp272,94 Triliun
BERITAKARAWANG.ID – Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Investasi dan Ekspor Jadi Kunci Utama
FWD Insurance Syariah Resmi Dapatkan Izin Usaha dari OJK
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp32,9 Triliun untuk Sekolah Rakyat dalam RAPBN 2027
Kementerian Pertanian Targetkan Swasembada Gula Konsumsi pada 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang NTT, Dampak Terasa di Beberapa Kabupaten

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Viral! Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali Karena Perilaku Kasar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Berita: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Islami

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Berita Terkini: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang Inspiratif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

12 Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Perlu Diketahui

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dijatuhi Hukuman Penjara Empat Tahun atas Kasus Korupsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW: Peringatan Penuh Makna untuk Umat Islam

Berita Terbaru

Bisnis

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:53 WIB