Amran Salurkan 6.800 Ton Beras ke NTT, Stok Pangan Dipastikan Aman Hingga Satu Tahun

- Penulis Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amran Salurkan 6.800 Ton Beras ke NTT, Stok Pangan Dipastikan Aman Hingga Satu Tahun 1
Amran Salurkan 6.800 Ton Beras ke NTT, Stok Pangan Dipastikan Aman Hingga Satu Tahun 2



ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BERITAKARAWANG.ID – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman telah mengumumkan penyaluran 6.800 ton beras cadangan pangan pemerintah ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap bencana alam yang baru-baru ini melanda wilayah tersebut.

Dalam sebuah konferensi pers di Labuan Bajo, Amran menyebutkan bahwa penyaluran beras tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto. “Kami diperintahkan untuk bergerak cepat dan tanpa terhambat oleh prosedur birokrasi yang panjang,” ungkapnya pada Rabu (19/8) petang.

Proses Penyaluran yang Cepat dan Efisien

Amran menjelaskan bahwa penyaluran beras ini dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Awalnya, permintaan dari daerah hanya sebanyak 20 ton, namun setelah melakukan kesepakatan dengan Wakil Bupati Manggarai Barat dan Kapolres, jumlah tersebut meningkat menjadi 200 ton beras. Ini adalah peningkatan yang signifikan, di mana pihaknya dapat mengirimkan beras tanpa menunggu izin dari Jakarta, sehingga menghindari lamanya proses birokrasi.

“Jika semua harus melalui Jakarta, prosesnya bisa memakan waktu tiga hari hingga satu minggu. Namun, Bapak Presiden berpesan agar masalah ini diselesaikan di lapangan, tanpa menunggu izin dari pusat. Saya selaku Kepala Bapanas menyetujui pengeluaran beras untuk bencana di seluruh Indonesia saat itu juga,” tambahnya.

Stok Pangan yang Memadai

Amran juga menegaskan bahwa ketersediaan pangan di NTT aman hingga satu tahun ke depan. Dengan 39 ribu ton beras yang tersedia, ia yakin dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi sekitar 34 ribu jiwa pengungsi yang terkena dampak bencana. Ia mencatat bahwa kebutuhan beras per bulan untuk pengungsi mencapai 300 ton.

“Stok kita di sini cukup untuk lebih dari 12 bulan. Tidak ada masalah, cukup sampai satu tahun pun,” tegasnya. Dalam situasi darurat, umumnya tanggap darurat berlangsung selama 14 hari, tetapi bisa diperpanjang menjadi 1-2 bulan, bahkan hingga 6 bulan. Selain beras, bantuan lain seperti minyak goreng, gula, dan mi instan juga telah dikirimkan baik dari kementerian maupun sumbangan pribadi pejabat.

Menjawab Keluhan Warga

Menyusul beberapa keluhan dari warga terkait jumlah bantuan yang diterima, Amran menjelaskan bahwa setiap pengungsi diberikan satu karung beras seberat 50 kg. Ia menekankan bahwa bantuan tersebut dimaksudkan untuk kebutuhan jangka panjang dan bukan harian.

“Ada yang mengeluh bahwa 15 kg beras tidak cukup. Saya sudah memberikan satu karung untuk kebutuhan hingga enam bulan. Ini bukan untuk sekali makan, tetapi untuk kebutuhan yang lebih lama. Mari kita tunjukkan solidaritas dalam situasi ini,” pungkasnya.

Pentingnya Tindakan Cepat dalam Situasi Darurat

Situasi darurat seperti bencana alam memerlukan tindakan cepat dan efisien. Amran menekankan bahwa pejabat di lapangan, termasuk Danrem, Kapolda, dan Pangkogap, memiliki wewenang penuh untuk mengambil keputusan yang diperlukan demi kepentingan masyarakat. Hal ini bertujuan agar bantuan dapat segera disalurkan dan tidak terhambat oleh birokrasi yang dapat memperlambat proses penanganan bencana.

Dengan penyaluran ini, pemerintah berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terkena dampak dan memastikan bahwa kebutuhan pangan mereka terpenuhi dengan baik.

Kesimpulan

Penyaluran 6.800 ton beras ke NTT oleh Kementerian Pertanian menunjukkan komitmen pemerintah dalam menangani bencana alam dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Dengan adanya stok yang cukup, diharapkan masyarakat yang terdampak dapat mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan dalam waktu yang tepat.

Berita Terkait

Menhub Tegaskan Pencabutan Izin Rute bagi Operator Kapal yang Manipulasi Data Manifest
IHSG Diprediksi Melanjutkan Tren Positif Hari Ini, Berikut Analisisnya
Danantara Menghadapi Tantangan Besar dalam Restrukturisasi BUMN Karya
Anggaran Subsidi Energi untuk 2027 Naik 20% Menjadi Rp272,94 Triliun
BERITAKARAWANG.ID – Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Investasi dan Ekspor Jadi Kunci Utama
FWD Insurance Syariah Resmi Dapatkan Izin Usaha dari OJK
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp32,9 Triliun untuk Sekolah Rakyat dalam RAPBN 2027
Kementerian Pertanian Targetkan Swasembada Gula Konsumsi pada 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang NTT, Dampak Terasa di Beberapa Kabupaten

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Viral! Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali Karena Perilaku Kasar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Berita: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Islami

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Berita Terkini: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang Inspiratif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

12 Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Perlu Diketahui

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dijatuhi Hukuman Penjara Empat Tahun atas Kasus Korupsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW: Peringatan Penuh Makna untuk Umat Islam

Berita Terbaru

Bisnis

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:53 WIB