Airlangga Hartarto Beri Penjelasan Terkait Polemik Desil Ekonomi yang Mencuat di Masyarakat

- Penulis Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Airlangga Hartarto Beri Penjelasan Terkait Polemik Desil Ekonomi yang Mencuat di Masyarakat 1
Airlangga Hartarto Beri Penjelasan Terkait Polemik Desil Ekonomi yang Mencuat di Masyarakat 2



ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BERITAKARAWANG.ID – Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada Rabu (19/8), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memberikan tanggapan terkait protes yang muncul di masyarakat mengenai kategori desil yang dianggap tidak mencerminkan kondisi ekonomi mereka. Desil merupakan kelompok yang mengklasifikasikan kesejahteraan keluarga berdasarkan variabel sosial ekonomi. Hal ini melibatkan data yang berkaitan dengan pekerjaan, pendidikan, serta kondisi perumahan.

Desil dan Metodologi Pengumpulan Data

Airlangga menjelaskan bahwa pembagian desil didasarkan pada data yang diperoleh melalui sensus. “Desil itu basisnya sensus ekonomi. Jadi, sudah ada DTSEN (data tunggal sosial dan ekonomi nasional),” jelasnya. Data tersebut dihimpun dari berbagai indikator ekonomi yang dikumpulkan melalui metode survei.

Respons Publik Terhadap Kategori Desil

Banyak masyarakat yang merasa terkejut setelah mengecek status desil mereka melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial (Kemensos). Beberapa individu merasa bahwa kategori desil yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan kenyataan ekonomi yang dihadapi. Sebagai contoh, Fitri, seorang ibu rumah tangga dari Bekasi, mengungkapkan keterkejutannya setelah mengetahui bahwa keluarganya ditempatkan di desil 10, kategori dengan tingkat kesejahteraan tertinggi. Padahal, menurutnya, kondisi finansial mereka jauh dari kata mapan.

Protes dan Harapan dari Masyarakat

Protes publik ini tidak hanya datang dari individu seperti Fitri, tetapi juga dari berbagai kalangan masyarakat yang merasa tidak terwakili dalam sistem klasifikasi ini. Banyak yang berharap agar pemerintah memberikan penjelasan lebih rinci mengenai penentuan desil, khususnya apakah didasarkan pada besaran pengeluaran atau kepemilikan aset. “Ya itu berdasarkan survei,” tambah Airlangga, meskipun ia tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai detail tersebut.

Data DTSEN dan Kebijakan Pemerintah

Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi salah satu alat yang diandalkan pemerintah untuk menentukan kategori desil. Namun, pemahaman masyarakat tentang bagaimana data ini dikumpulkan dan digunakan masih minim. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk melakukan sosialisasi yang lebih baik agar masyarakat memahami proses di balik penentuan kategori desil dan bagaimana hal ini dapat berdampak pada kesejahteraan mereka.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya

Menanggapi polemik ini, Airlangga menyarankan agar masyarakat dapat lebih aktif dalam menyampaikan pendapat dan masukan terkait sistem desil. Pemerintah diharapkan dapat mendengarkan keluhan masyarakat dan melakukan evaluasi terhadap sistem klasifikasi yang ada. Dengan cara ini, diharapkan ke depannya kategori desil dapat lebih mencerminkan kondisi nyata masyarakat dan membantu dalam perencanaan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan.

FAQ

  • Apa itu desil? Desil adalah kelompok kesejahteraan keluarga yang diukur berdasarkan variabel sosial ekonomi seperti pekerjaan, pendidikan, dan kondisi perumahan.
  • Bagaimana cara mengecek status desil? Masyarakat dapat mengecek status desil mereka melalui website dtsen-form.bps.go.id dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  • Apa yang menjadi dasar penentuan kategori desil? Kategori desil ditentukan berdasarkan data yang dikumpulkan melalui sensus dan metode survei.
  • Apakah data DTSEN itu? DTSEN adalah Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional yang digunakan pemerintah untuk menentukan kategori desil.
  • Bagaimana pendapat masyarakat mengenai desil? Banyak masyarakat merasa kategori desil yang mereka dapatkan tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya, sehingga menimbulkan protes.

Berita Terkait

Menhub Tegaskan Pencabutan Izin Rute bagi Operator Kapal yang Manipulasi Data Manifest
IHSG Diprediksi Melanjutkan Tren Positif Hari Ini, Berikut Analisisnya
Danantara Menghadapi Tantangan Besar dalam Restrukturisasi BUMN Karya
Anggaran Subsidi Energi untuk 2027 Naik 20% Menjadi Rp272,94 Triliun
BERITAKARAWANG.ID – Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Investasi dan Ekspor Jadi Kunci Utama
FWD Insurance Syariah Resmi Dapatkan Izin Usaha dari OJK
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp32,9 Triliun untuk Sekolah Rakyat dalam RAPBN 2027
Kementerian Pertanian Targetkan Swasembada Gula Konsumsi pada 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang NTT, Dampak Terasa di Beberapa Kabupaten

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Viral! Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali Karena Perilaku Kasar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Berita: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Islami

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Berita Terkini: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang Inspiratif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

12 Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Perlu Diketahui

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dijatuhi Hukuman Penjara Empat Tahun atas Kasus Korupsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW: Peringatan Penuh Makna untuk Umat Islam

Berita Terbaru

Bisnis

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:53 WIB