Pemerintah Siapkan Lelang 14 Lokasi Panas Bumi Baru, Percepat Pengembangan Energi Terbarukan

- Penulis Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, mengumumkan rencana untuk membuka lelang 14 lokasi baru untuk eksploitasi energi panas bumi pada tahun 2026 mendatang.

Keputusan ini diambil berdasarkan arahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dengan tujuan untuk mempercepat proses pengembangan sumber energi terbarukan di Indonesia. Eniya menambahkan bahwa sejumlah lokasi yang sebelumnya direncanakan untuk lelang pada tahun berikutnya akan diproses lebih awal, sehingga pengembang tidak perlu menunggu hingga satu dekade untuk memulai eksplorasi.

Eniya mengungkapkan, “Kami akan menggeser seluruh rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) agar bisa dilelang lebih awal. Ini untuk memastikan target-target tahunan tercapai dengan lebih agresif dan tepat waktu,” ujarnya pada acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Persiapan Lelang dan Koordinasi dengan Daerah

Menurut Eniya, ke-14 lokasi baru tersebut berada di luar lima Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) serta tujuh Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) yang sudah dalam proses. Saat ini, Kementerian ESDM tengah mempersiapkan berbagai tahapan, termasuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait penetapan lokasi.

“Kami berharap agar pemerintah daerah dapat segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pengembangan lokasi tidak terhambat. Kebutuhan listrik di daerah seperti Sumatra dan Sulawesi sangat mendesak,” tambahnya.

Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia

Kementerian ESDM juga membuka lelang untuk lima WKP dan tujuh PSPE pada tahun ini. Lima WKP tersebut terdiri dari Danau Ranau, Hamiding, Songgoriti, Oka Keliang, dan Gunung Sirung. Sedangkan tujuh PSPE meliputi Maranda Mowedang, Lili Seportaki, Siderrejo, Talamau, Sibisiu, Mesepe Suli, dan Banda Baru.

Total kapasitas dari lima WKP dan tujuh PSPE ini mencapai 392 megawatt dengan nilai investasi sekitar 2,2 miliar dolar AS. Proses lelang diharapkan dapat selesai pada tahun ini.

Strategi Mengatasi Keterbatasan Energi

Eniya menegaskan bahwa salah satu perhatian utama pemerintah adalah mengenai sejumlah WKP yang saat ini mangkrak. Proses pengembangan dapat dihentikan sementara jika ada kendala, seperti izin penggunaan kawasan hutan atau masalah terkait cagar budaya. Namun, pemerintah tidak ingin ada penghentian yang disebabkan oleh ketidakseriusan investasi.

Ia menekankan, “Jika terdapat masalah yang tidak menunjukkan keseriusan dalam investasi, kami tidak akan segan untuk mencabut izin tersebut. Kami ingin pengembangan energi panas bumi berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Potensi Energi Panas Bumi untuk Mengurangi Subsidi Listrik

Eniya juga menjelaskan bahwa pengembangan energi panas bumi tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, tetapi juga berpotensi mengurangi subsidi listrik yang dikeluarkan pemerintah pusat kepada PLN, yang mencapai sekitar Rp233 triliun per tahun.

Daftar Lokasi Panas Bumi yang Akan Dilelang

Berikut adalah 14 lokasi panas bumi yang akan dilelang mulai tahun 2026:

  • Sembalun, NTT – kapasitas 10 MW
  • Guci, Jawa Tengah – kapasitas 20 MW
  • Gorontalo
  • Gunung Ciremai, Jawa Barat – kapasitas 25 MW
  • Marana, Sulawesi Tengah
  • Gunung Pandan, Jawa Timur – kapasitas 60 MW
  • Sumatera Utara
  • Gunung Endut, Banten – kapasitas 35 MW
  • Songgoriti, Jawa Timur – kapasitas 40 MW
  • Danau Ranau, Lampung-Sumatera Selatan – kapasitas 40 MW
  • Gunung Wilis, Jawa Timur – kapasitas 40 MW
  • Lainea, Sulawesi Tenggara
  • Gunung Galunggung, Jawa Barat – kapasitas 110 MW
  • Gunung Iyang Argopuro, Jawa Timur – kapasitas 55 MW

Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional dan memenuhi kebutuhan listrik secara berkelanjutan.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang NTT, Dampak Terasa di Beberapa Kabupaten
Viral! Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali Karena Perilaku Kasar
Berita: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Islami
Berita Terkini: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang Inspiratif
Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT
Peringatan Maulid Nabi: Momen Refleksi dan Penguatan Akhlak Umat Islam
12 Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Perlu Diketahui
Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dijatuhi Hukuman Penjara Empat Tahun atas Kasus Korupsi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik Jarak Pendek, Tindakan Provokatif di Tengah Ketegangan Global

Berita Terbaru