BERITAKARAWANG.ID – Sebanyak 794 guru vokasi dari 229 sekolah telah dinyatakan lulus setelah mengikuti program Alfamart dan Alfamidi Class. Program ini merupakan upaya untuk memperkuat penghubungan antara dunia pendidikan dan sektor industri ritel nasional, berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026.
Tujuan Program Penguatan Kompetensi Guru
Inisiatif ini menggandeng Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk meningkatkan kompetensi guru vokasi agar lebih relevan dengan kebutuhan industri. Program ini secara resmi ditutup oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Fajar Riza, bersama Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi, Tri Wasono Sunu, di Kantor Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata di Depok, Jawa Barat.
Kolaborasi Pendidikan dan Industri
Wamen Dr. Fajar Riza menyatakan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah dalam meningkatkan kompetensi baik siswa maupun tenaga pendidik. Melalui pelatihan ini, guru-guru mendapatkan pengalaman praktis mengenai proses bisnis di industri ritel, yang diharapkan dapat diterapkan di sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Ini Sudah Berjalan Selama 17 Tahun
Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi, Tri Wasono Sunu, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan sejak 2009 dan terus berinovasi sesuai dengan kebutuhan industri. Program ini tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga menyediakan fasilitas pendidikan melalui business center ritel modern.
Detail Program dan Penyerapan Lulusan
Dari 229 business center yang ada, 169 adalah Alfamart Class dan 60 adalah Alfamidi Class. Dari 794 guru yang lulus, 650 berasal dari Alfamart Class dan 144 dari Alfamidi Class. Dalam satu tahun terakhir, sebanyak 3.870 lulusan telah terserap ke dunia kerja, di mana 3.431 lulusan bergabung dengan Alfamart dan 439 dengan Alfamidi.
Pengalaman Guru Peserta Program
Salah satu peserta program, Klasina Akely dari SMKN 1 Sorong, Papua Barat Daya, mengungkapkan bagaimana program ini memberikan wawasan langsung tentang proses bisnis di industri ritel. Dia menyatakan bahwa pengalaman magang membantu guru memahami praktik kerja di dunia industri, yang kemudian dapat diterapkan dalam pengajaran di kelas.
Harapan untuk Masa Depan Pendidikan Vokasi
Klasina berharap agar program seperti ini terus berlanjut, sehingga guru-guru dapat memperoleh pengalaman berharga dan siap menerapkan ilmu yang didapat kepada murid-murid mereka. Dengan demikian, siswa tidak akan merasa asing saat terjun ke dunia kerja.
Kesimpulan
Program Alfamart dan Alfamidi Class menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara pendidikan dan industri dapat menciptakan tenaga pendidik yang berkualitas dan siap menghadapi tantangan di sektor ritel. Dengan adanya program ini, diharapkan akan lahir lulusan yang kompeten dan siap untuk berkontribusi di dunia kerja.
FAQ
Apa itu program Alfamart dan Alfamidi Class?
Program Alfamart dan Alfamidi Class adalah inisiatif untuk meningkatkan kompetensi guru vokasi agar sesuai dengan kebutuhan industri ritel.
Berapa lama program ini berlangsung?
Program ini berlangsung dari Mei hingga Agustus 2026.
Siapa yang terlibat dalam program ini?
Program ini melibatkan Alfamart, Alfamidi, dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Apa manfaat utama dari program ini bagi guru?
Guru mendapatkan pelatihan praktik langsung tentang proses bisnis di industri ritel yang dapat diterapkan di sekolah.
Berapa banyak guru yang telah lulus dari program ini?
Sebanyak 794 guru vokasi telah lulus dari program ini.






