Kekerasan di Mimika: Sembilan Perempuan Disandera, Ibu Tewas Ditembak

- Penulis Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sebuah insiden kekerasan yang melibatkan kelompok sipil bersenjata terjadi di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila. Dalam kejadian tersebut, dilaporkan sembilan perempuan disandera dan dibawa ke dalam hutan oleh kelompok bersenjata. Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, mengonfirmasi adanya laporan mengenai penyanderaan ini dan menyatakan bahwa seorang ibu tewas setelah menolak untuk ikut dengan kelompok tersebut.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Selasa, 18 Agustus 2026. Dalam laporan yang diterima, terdapat satu anak perempuan yang menjadi korban dan dibuang ke jurang. “Anak tersebut diduga selamat, namun mengalami patah kaki. Dua orang menolak untuk ikut dibawa oleh KKB. Ibunya tewas ditembak, sementara sembilan perempuan lainnya dibawa ke hutan,” ujar Alredo dalam keterangan resmi pada Kamis, 20 September 2026.

Identitas Korban Penyanderaan

Menurut informasi dari masyarakat yang diterima oleh kepolisian, sembilan perempuan yang disandera adalah Nemerina Wamanf (17) yang sedang hamil muda, Alin Mesawarol (pelajar kelas VI SD), Nopi Aim (pelajar kelas IV SD), Opinte Mesawaro (pelajar kelas III SD), Yotina Senawatme (18), Meria Nibilingame (15), Wena Katagame (18), Ilimin Onawame (18), dan Miante Nibilingame (13). Sementara itu, korban tewas akibat tembakan bernama Neregingget Magai (48) dan anak yang dibuang ke jurang adalah Inkolung Aim, yang mengalami luka patah kaki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tindakan Kepolisian

Alredo menegaskan bahwa kepolisian telah mengambil langkah-langkah untuk menangani situasi ini. Tim kepolisian saat ini sedang menindaklanjuti laporan, melakukan pengecekan, serta olah tempat kejadian perkara (TKP). Pengamanan di wilayah Jila juga diperkuat. “Kami telah meminta bantuan dari Batalyon Brimob untuk mendukung jajaran Polsek di sana,” tambahnya.

Namun, Alredo juga mengakui bahwa kondisi geografis menjadi kendala dalam mengirimkan personel ke Distrik Jila. “Akses menuju wilayah tersebut hanya dapat ditempuh melalui jalur udara, sehingga pengerahan personel dalam jumlah besar memerlukan dukungan transportasi udara,” jelasnya.

Investigasi dan Penambahan Personel

Saat ini, ada anggota Brimob dan enam anggota Satgas Gakkum yang masih bekerja melakukan investigasi dan olah TKP. Penambahan personel dari Satgas Operasi Damai Cartenz juga direncanakan akan dilakukan mulai Jumat, 21 September 2026. “Pergeseran personel ke sana berkaitan dengan penerbangan. Kami kemungkinan akan mengirim personel menggunakan helikopter, satu regu dari Batalyon B Brimob Mimika,” ungkapnya.

Hubungan dengan Kejadian Sebelumnya

Alredo menduga bahwa kelompok yang melakukan penyanderaan ini masih berkaitan dengan kelompok bersenjata yang menyerang Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS milik PT Freeport Indonesia di Jila pada 17 Agustus 2026 lalu. Dalam penyerangan tersebut, satu anggota TNI gugur dan dua lainnya mengalami luka akibat tembakan. Hingga kini, aparat keamanan masih terus melakukan langkah-langkah penanganan dan pengamanan di wilayah Distrik Jila untuk memastikan keselamatan masyarakat.

“Ini kemungkinan masih kelompok KKB yang melakukan penembakan terhadap Pos Satgas 133/YS di Jila. Setelah penembakan, kemudian terjadi aksi penyanderaan,” tutup Alredo.

FAQ

Apa yang terjadi di Kampung Pasir Putih, Mimika?

Sembilan perempuan disandera oleh kelompok sipil bersenjata dan seorang ibu tewas ditembak setelah menolak ikut.

Siapa saja korban penyanderaan di Mimika?

Korban penyanderaan terdiri dari sembilan perempuan yang berusia antara 13 hingga 18 tahun.

Apa langkah yang diambil kepolisian terkait insiden ini?

Kepolisian telah melakukan olah TKP, meminta bantuan Batalyon Brimob, dan memperkuat pengamanan di wilayah Jila.

Mengapa akses ke Distrik Jila sulit?

Akses menuju Distrik Jila hanya dapat ditempuh melalui jalur udara, sehingga menghambat pengiriman personel.

Apakah ada hubungan antara penyanderaan ini dengan kejadian sebelumnya?

Ya, penyanderaan ini diduga berkaitan dengan serangan terhadap Pos Satgas Pam Obvit Yonif 133/YS di Jila pada 17 Agustus 2026.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang NTT, Dampak Terasa di Beberapa Kabupaten
Viral! Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali Karena Perilaku Kasar
Berita: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Islami
Berita Terkini: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang Inspiratif
Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT
Peringatan Maulid Nabi: Momen Refleksi dan Penguatan Akhlak Umat Islam
12 Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Perlu Diketahui
Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dijatuhi Hukuman Penjara Empat Tahun atas Kasus Korupsi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik Jarak Pendek, Tindakan Provokatif di Tengah Ketegangan Global

Berita Terbaru