Gempa Bumi NTT: Jejak Sejarah dan Potensi Ancaman di Masa Depan

- Penulis Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Dalam periode 49 tahun terakhir, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengalami lima gempa besar yang menciptakan garis waktu penting terkait aktivitas seismik di wilayah ini. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta berbagai studi ilmiah menunjukkan bahwa NTT terletak di atas jaringan patahan aktif yang terus bergerak.

Wilayah NTT, yang berada di pusat salah satu zona transisi geodinamika rumit di Asia Tenggara, menghadapi ancaman besar dari aktivitas tektonik. Di sebelah selatan kepulauan, Lempeng Samudra Indo-Australia menyusup di bawah Lempeng Eurasia melalui zona subduksi aktif. Sementara itu, di sisi utara terdapat struktur patahan besar yang dikenal sebagai Flores Back-Arc Thrust.

Menurut kajian geodesi yang terbit dalam Geophysical Journal International (2020), pergerakan lempeng di kawasan Flores mencapai 26 mm per tahun, dan 28 mm per tahun di sekitar Pulau Wetar. Walau terdengar kecil, akumulasi tekanan sepanjang jaringan patahan dapat berujung pada gempa yang merusak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Riwayat Gempa Besar di NTT

Catatan sejarah mencatat kerentanan wilayah ini terhadap bencana gempa dan tsunami. Berikut adalah jejak gempa besar dan tsunami yang telah melanda NTT, mengacu pada Katalog Gempa Bumi Merusak & Signifikan 1821-2025 dari BMKG.

Tahun Data Gempa
1977
  • Lokasi: Sumba/Sumbawa, NTB
  • Magnitudo: M 7,0
  • Kedalaman: 33 km
  • Tsunami: Ya, hingga 15 m
  • Korban meninggal: ≥100 jiwa (89 hilang)
  • Kerusakan: Beberapa perkampungan hancur
1992
  • Lokasi: Flores/Maumere, NTT
  • Magnitudo: M 7,5
  • Kedalaman: 28 km
  • Tsunami: Ya, hingga 26 m
  • Korban meninggal: 2.500 jiwa
  • Kerusakan: 90.000 orang kehilangan tempat tinggal
2004
  • Lokasi: Alor, NTT
  • Magnitudo: M 7,5
  • Kedalaman: 10 km
  • Tsunami: Ya
  • Korban meninggal: 31 jiwa
  • Kerusakan: 1.150+ bangunan hancur
2021
  • Lokasi: Laut Flores, NTT
  • Magnitudo: M 7,5
  • Kedalaman: 12 km
  • Tsunami: Ya, 0,07 m
  • Korban meninggal: 0 jiwa
  • Kerusakan: 736 unit
2026
  • Lokasi: Nagekeo, NTT
  • Magnitudo: M 7,7
  • Kedalaman: 15 km
  • Tsunami: Ya, hingga 0,94 m
  • Korban meninggal: 72 jiwa
  • Kerusakan: 28.901 unit rumah

Sumber Data: BMKG & BNPB

Gempa Sumba 1977

Rekam jejak aktivitas gempa modern di NTT dimulai pada 19 Agustus 1977, ketika gempa berkekuatan M 7,0 mengguncang Sumba. Sumber resmi mencatat kedalaman gempa ini mencapai 33 kilometer. Namun, analisis dari Christopher Lynnes dan Thorne Lay menyebutkan bahwa magnitudo sesungguhnya bisa lebih tinggi, antara M 8,2-8,3.

Gelombang tsunami yang dihasilkan mencapai tinggi lebih dari sepuluh meter, menghancurkan pesisir selatan Sumba dan merusak area hingga Sumbawa dan Lombok. Korban jiwa tercatat mencapai 100 orang, dengan 89 lainnya hilang.

Gempa Flores 1992

Setelah 15 tahun, pada 12 Desember 1992, sisi utara NTT mengalami gempa besar dengan magnitudo M 7,5. Gelombang tsunami setinggi 26 meter melanda Maumere, mengakibatkan 2.500 orang tewas dan 90.000 lainnya kehilangan tempat tinggal. Guncangan ini juga memicu longsoran di lereng bawah laut, menyebabkan tsunami datang dengan sangat cepat.

Gempa Alor 2004

Pada 12 November 2004, gempa berkekuatan M 7,5 mengguncang Kepulauan Alor. Gempa ini memicu tsunami lokal dan mengakibatkan 31 orang tewas serta 400 orang luka-luka. Sumber gempa terhubung dengan Zona Patahan Naik Wetar, yang merupakan kelanjutan dari struktur utara Flores.

Gempa Laut Flores 2021

Pada 14 Desember 2021, Laut Flores kembali bergetar dengan magnitudo M 7,5, namun hanya mengakibatkan kerusakan ringan. Data mencatat 736 unit rumah rusak, tetapi tidak ada korban jiwa. Penelitian seismolog menemukan sesar baru yang sebelumnya tidak teridentifikasi, dinamakan Sesar Kalaotoa.

Gempa NTT di Nagekeo 2026

Pada 15 Agustus 2026, gempa dengan magnitudo M 7,7 terjadi di dekat Nagekeo. Pusat gempa berada di laut, dan dampaknya sangat besar, dengan 72 orang meninggal dan hampir 29.000 unit rumah rusak. Tsunami lokal juga terpantau, meskipun tidak sebesar yang terjadi pada gempa sebelumnya.

Dengan sejarah bencana yang telah terjadi, penting bagi pemerintah dan masyarakat NTT untuk terus meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap potensi gempa dan tsunami di masa depan.

FAQ

Apa penyebab utama gempa bumi di NTT?

Gempa bumi di NTT disebabkan oleh aktivitas lempeng tektonik, terutama pergerakan Lempeng Samudra Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia.

Apa dampak terbesar dari gempa bumi di NTT?

Dampak terbesar dari gempa bumi di NTT termasuk kerusakan infrastruktur, kehilangan nyawa, dan pengungsian massal penduduk.

Bagaimana cara masyarakat NTT mempersiapkan diri menghadapi gempa bumi?

Masyarakat NTT mempersiapkan diri melalui pelatihan kesiapsiagaan bencana, pembangunan infrastruktur yang tahan gempa, dan kampanye kesadaran akan bahaya gempa.

Apakah ada gempa bumi besar yang diprediksi akan terjadi di NTT?

Meski tidak ada cara pasti untuk memprediksi gempa bumi, para ilmuwan terus memantau aktivitas seismik dan mengingatkan akan potensi gempa besar di masa depan.

Apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa bumi?

Saat terjadi gempa bumi, segera cari tempat yang aman, seperti di bawah meja atau di dekat dinding interior, dan hindari berada di bawah benda berat.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang NTT, Dampak Terasa di Beberapa Kabupaten
Viral! Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali Karena Perilaku Kasar
Berita: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Islami
Berita Terkini: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang Inspiratif
Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT
Peringatan Maulid Nabi: Momen Refleksi dan Penguatan Akhlak Umat Islam
12 Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Perlu Diketahui
Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dijatuhi Hukuman Penjara Empat Tahun atas Kasus Korupsi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik Jarak Pendek, Tindakan Provokatif di Tengah Ketegangan Global

Berita Terbaru