Kementerian Pertanian Targetkan Swasembada Gula Konsumsi pada 2026

- Penulis Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pertanian Targetkan Swasembada Gula Konsumsi pada 2026 1
Kementerian Pertanian Targetkan Swasembada Gula Konsumsi pada 2026 2
Kementerian Pertanian Targetkan Swasembada Gula Konsumsi pada 2026 3



ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BERITAKARAWANG.ID – Kementerian Pertanian (Kementan) mengumumkan pencapaian signifikan dalam sektor pertanian, yaitu Indonesia diperkirakan akan mencapai swasembada gula konsumsi pada tahun 2026. Hal ini lebih cepat dari target sebelumnya yang ditetapkan pada tahun 2027.

Pencapaian Swasembada Gula Konsumsi

Direktur Tanaman Semusim dan Tahunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menyatakan bahwa pencapaian ini didukung oleh program bongkar ratoon plus, yang merupakan inisiatif untuk memperbarui tanaman tebu yang sudah tua dengan bibit baru.

“Tahun 2026 ini kita boleh berbangga bahwa kita bisa mencapai swasembada gula konsumsi,” ungkap Roni dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV pada Selasa (18/8) malam.

Percepatan Program Swasembada

Awalnya, pemerintah menargetkan swasembada gula konsumsi pada tahun 2027. Namun, dengan berbagai langkah yang diambil, pencapaian ini dapat dimajukan ke tahun 2026. Produksi gula konsumsi nasional diperkirakan mencapai 3,018 juta ton, melebihi kebutuhan konsumsi nasional yang sekitar 2,84 juta ton per tahun.

“Artinya kita surplus. Program bongkar ratoon yang telah dilaksanakan dari tahun 2025 hingga kini, sudah menunjukkan hasil,” jelas Roni.

Strategi Peningkatan Produksi Gula

Kementan berencana mengimplementasikan empat langkah strategis untuk meningkatkan produksi tebu. Pertama, penyediaan benih unggul yang saat ini sulit diakses oleh para petani.

“Kami menyediakan benih unggul yang dapat meningkatkan hasil panen. Dalam satu hektar, kami bisa memberikan bantuan benih tebu hingga 60 ribu mata,” tambah Roni.

Kedua, pemerintah memberikan subsidi pupuk khusus untuk tebu, yaitu pupuk ZA. Ketiga, petani tebu dapat mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga Rp500 juta tanpa melalui BI Checking. Keempat, Kementan meminta asosiasi gula dan pengusaha gula untuk menjadi pembeli hasil produksi petani tebu.

Keberlanjutan Produksi Gula

Meskipun produksi gula konsumsi telah melampaui kebutuhan, keberlanjutan peningkatan produksi tetap bergantung pada ketersediaan bahan baku tebu. Direktur Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan, Dyan Garneta, menyatakan bahwa kapasitas industri gula nasional saat ini cukup untuk mengolah tambahan produksi tebu.

“Saat ini terdapat sekitar 59 pabrik gula yang aktif, dengan total kapasitas produksi mencapai sekitar 4 juta ton. Dengan perkiraan produksi gula konsumsi sekitar 3 juta ton pada tahun 2026, masih ada ruang kapasitas pengolahan sekitar 1 juta ton,” jelas Dyan.

Pentingnya Peremajaan Tanaman Tebu

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menekankan bahwa peningkatan produksi gula juga sangat bergantung pada perbaikan produktivitas tanaman tebu. Data 2024 menunjukkan bahwa sekitar 86% tanaman tebu rakyat perlu dilakukan peremajaan.

“Tanaman tebu mengalami penurunan produktivitas setelah melewati siklus sekitar empat tahun, sehingga perlu diganti dengan varietas baru yang lebih produktif,” tambahnya.

Menjaga Kualitas dan Kuantitas

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Gula Indonesia (AGI), Dwi Purnomo Putranto, mengingatkan bahwa pencapaian swasembada gula konsumsi tidak berarti Indonesia sepenuhnya terbebas dari ketergantungan impor. Masih ada 11 pabrik gula rafinasi yang mengandalkan bahan baku impor.

“Peningkatan produksi gula domestik harus diikuti dengan roadmap yang jelas untuk mengintegrasikan pasokan dari industri gula nasional dengan pabrik rafinasi yang sudah beroperasi,” pungkas Dwi.

Berita Terkait

Menhub Tegaskan Pencabutan Izin Rute bagi Operator Kapal yang Manipulasi Data Manifest
IHSG Diprediksi Melanjutkan Tren Positif Hari Ini, Berikut Analisisnya
Danantara Menghadapi Tantangan Besar dalam Restrukturisasi BUMN Karya
Anggaran Subsidi Energi untuk 2027 Naik 20% Menjadi Rp272,94 Triliun
BERITAKARAWANG.ID – Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen: Investasi dan Ekspor Jadi Kunci Utama
FWD Insurance Syariah Resmi Dapatkan Izin Usaha dari OJK
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp32,9 Triliun untuk Sekolah Rakyat dalam RAPBN 2027
Rupiah Menguat Tipis Menjelang Rapat Dewan Gubernur BI, Tercatat Rp17.861 per Dolar AS
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik Jarak Pendek, Tindakan Provokatif di Tengah Ketegangan Global

Berita Terbaru