BERITAKARAWANG.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Gunung Bawakaraeng, Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi ajang yang menarik bagi para pecinta alam dan pehobi hiking. Tahun ini, Basarnas Makassar mencatat sebanyak 3.273 pendaki yang melakukan registrasi melalui berbagai jalur pendakian dari 15 hingga 18 Agustus 2026.
Jumlah pendaki yang terdata melalui jalur-jalur pendakian adalah 223 orang dari Lembanna, 1.681 orang dari Bulu Balea, 947 orang dari Tassoso, dan 422 orang dari Kanreapia. Namun, kegiatan ini tidak tanpa kendala, karena sejumlah pendaki mengalami masalah kesehatan yang mengharuskan mereka dievakuasi.
Evakuasi Pendaki Terkendala Masalah Kesehatan
Delapan pendaki terpaksa dievakuasi oleh tim SAR akibat berbagai keluhan kesehatan, termasuk hipotermia, asma, kram paha, dan gejala tifus. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa semua pendaki yang dievakuasi berhasil dibawa ke Posko Registrasi Bulu Balea dalam keadaan selamat dan mendapatkan perawatan medis yang diperlukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kedelapan pendaki tersebut mengalami berbagai kondisi kesehatan, dan setelah dievakuasi, mereka mendapatkan penanganan dari tim medis dan dirujuk ke Puskesmas Tinggi Moncong sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ungkap Arif dalam wawancaranya.
Personel Basarnas Siaga di Jalur Pendakian
Dalam rangka menjaga keselamatan pendaki, Basarnas mengerahkan 295 personel yang ditempatkan di delapan titik pemantauan strategis di sepanjang jalur pendakian. Ini termasuk Posko Lembanna, Posko Aju Bulu Balea, serta titik-titik penting lainnya seperti puncak Gunung Bawakaraeng dan Lembah Ramma.
Arif menekankan pentingnya kehadiran tim SAR untuk memberikan rasa aman kepada pendaki. “Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kami harus hadir dan memberikan respons secepat mungkin,” ujarnya.
Kesadaran dan Persiapan Sebelum Mendaki
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyatakan bahwa pendakian di Gunung Bawakaraeng selama peringatan HUT RI telah menjadi tradisi yang tidak dapat dilarang. Namun, dia menekankan pentingnya edukasi dan persiapan yang matang bagi para pendaki.
“Kami hanya bisa memberikan edukasi mengenai keamanan, persiapan, dan sebagainya. Melarang pendakian bukanlah wewenang kami,” tambah Andi.
Dia juga menyebutkan bahwa dari total 3.786 pendaki yang terdaftar, sebanyak 31 orang mengalami masalah kesehatan yang beragam. Ini termasuk 11 orang karena hipotermia, 12 karena cedera, dan lainnya.
Solusi untuk Menghindari Insiden di Masa Depan
Fenomena pendakian di gunung saat perayaan kemerdekaan bukanlah hal baru. Wanadri, perhimpunan penempuh rimba, memberikan beberapa saran untuk mengurangi risiko insiden kesehatan di kalangan pendaki. Ketua Dewan Pengurus Wanadri, Tomy Hosni Mubaraq, menekankan pentingnya seleksi yang ketat terhadap peserta, termasuk pemeriksaan kesehatan dan uji fisik.
“Salah satu keberhasilan dalam kegiatan pendakian adalah melakukan seleksi peserta dengan baik, baik dari segi pengalaman mendaki, kesehatan, dan kesiapan fisik,” jelas Tomy.
Anggota Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia, Indra Jaya, juga menambahkan bahwa pengelola kegiatan pendakian harus menerapkan manajemen acara dengan baik, seperti pembatasan kuota dan pengaturan waktu naik-turun pendaki.
Rekomendasi untuk Pendaki di Masa Depan
Indra mengingatkan bahwa dengan semakin banyaknya peserta, standar keselamatan harus ditingkatkan. Dia mengatakan, “Persiapan untuk acara seperti upacara HUT RI seharusnya lebih ketat daripada pendakian biasa. Kami perlu melakukan seleksi kondisi fisik peserta dan memberikan informasi yang jelas mengenai karakter jalur dan cuaca.”
Untuk perlengkapan, pendaki disarankan untuk menggunakan jaket hangat, pakaian ganti, jas hujan, dan peralatan lain yang sesuai. Manajemen waktu juga menjadi aspek yang sering terabaikan.
“Jangan sampai seluruh peserta berada di puncak pada waktu yang sama, pergerakan harus dilakukan secara bertahap,” tegas Indra.
Dengan ketinggian sekitar 2.840 mdpl, jalur populer di Gunung Bawakaraeng memiliki tantangan tersendiri. Pendaki diharapkan untuk mematuhi saran dan protokol keselamatan demi keselamatan bersama.
Keseluruhan kejadian di Gunung Bawakaraeng diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak, agar ke depannya kegiatan pendakian bisa dilakukan dengan lebih aman dan terencana.
FAQ
Berapa jumlah pendaki yang terdaftar untuk mendaki Gunung Bawakaraeng?
Sebanyak 3.273 pendaki terdaftar melalui berbagai jalur pendakian.
Apa saja keluhan kesehatan yang dialami pendaki?
Pendaki mengalami hipotermia, asma, kram paha, dan gejala tifus.
Berapa banyak pendaki yang dievakuasi oleh tim SAR?
Sebanyak delapan pendaki dievakuasi karena masalah kesehatan.
Apa saran untuk pendaki agar tidak mengalami insiden serupa di masa depan?
Penting untuk melakukan seleksi peserta secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan kesehatan dan persiapan fisik.
Mengapa acara pendakian saat HUT RI perlu pengaturan yang ketat?
Karena jumlah peserta yang banyak meningkatkan risiko kecelakaan dan masalah kesehatan.






