Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif

- Penulis Berita

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengumumkan bahwa dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, alokasi dana sebesar Rp5,3 triliun dari total pagu indikatif OIKN yang mencapai Rp6,7 triliun akan digunakan khusus untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur kawasan legislatif dan yudikatif.

Basuki menjelaskan, “Dari Rp6,7 triliun itu adalah pagu indikatif pertama. Namun, Rp5,3 triliun diperuntukkan bagi kelanjutan pembangunan yudikatif legislatif. Sisanya akan digunakan untuk pengelolaan,” ungkap Basuki saat konferensi pers di Penajam Paser Utara pada Selasa (18/8/2026), sebagaimana dilansir dari Antara.

Pagu indikatif OIKN dalam Nota Keuangan RAPBN 2027 mengalami kenaikan sekitar Rp400 miliar dibandingkan pagu sebelumnya yang bernilai Rp6,3 triliun. Basuki menegaskan bahwa alokasi ini sejalan dengan target penyelesaian infrastruktur utama IKN yang direncanakan selesai pada tahun 2027.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rincian Penggunaan Anggaran untuk Pembangunan Yudikatif

Anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk pembangunan fisik baru, tetapi juga mencakup kebutuhan pengelolaan dan pemeliharaan aset yang telah ada. Saat ini, kebutuhan pengelolaan infrastruktur IKN diperkirakan mencapai sekitar Rp500 miliar per tahun, dan jumlah tersebut berpotensi meningkat seiring dengan bertambahnya aset yang akan diserahkan kepada OIKN dari berbagai kementerian.

Basuki menjelaskan, “Nilai tersebut berpotensi meningkat seiring bertambahnya aset yang diserahkan kepada OIKN dari kementerian terkait untuk dipelihara.” Untuk area yudikatif, pembangunan fisik ditargetkan rampung pada 25 Desember 2027, mencakup gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Mahkamah Agung (MA), Komisi Yudisial (KY), Plaza Keadilan, serta Masjid Kawasan.

Sonny Alissa, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) E.4 Satker Pembangunan Infrastruktur OIKN, menginformasikan bahwa progres pembangunan kawasan yudikatif ditargetkan mencapai 40 persen hingga akhir tahun ini. Pengerjaan ini meliputi percepatan struktur, topping off, serta penyelesaian arsitektural, lanskap, dan interior.

Saat ini, untuk paket pembangunan MA dengan nilai kontrak Rp1,4 triliun, progres telah mencapai 12,5 persen setelah delapan bulan pengerjaan. Sedangkan untuk paket pembangunan MK, KY, dan Masjid Kawasan, dengan nilai kontrak Rp1,65 triliun, progres tercatat sebesar 12,41 persen.

Pembangunan Kawasan Legislatif: Anggaran Rp8,24 Triliun

Di sisi lain, pembangunan fisik di kawasan legislatif yang meliputi Gedung DPR, MPR, DPD, Gedung Sidang Paripurna, serta fasilitas pendukung lainnya juga ditargetkan selesai pada Desember 2027. Alfrits Steeve Willy Makalew, PPK E.3 Satker Pembangunan Infrastruktur OIKN, mengonfirmasi bahwa nilai kontrak total untuk lima paket pekerjaan kawasan legislatif mencapai Rp8,24 triliun.

Rincian anggaran tersebut mencakup Gedung Sidang Paripurna dengan kontrak Rp1,24 triliun yang telah mencapai progres 12,147 persen, Gedung DPR 1 senilai Rp1,84 triliun dengan progres 11,029 persen, dan DPR 2 senilai Rp1,96 triliun dengan progres 9,927 persen. Selain itu, pembangunan Gedung DPD senilai Rp1,48 triliun telah mencapai progres 9,404 persen, serta Gedung MPR senilai Rp1,70 triliun dengan progres 10,559 persen.

Alfrits menambahkan, “Insyaallah 23 Desember 2027 sudah selesai.” Sebelumnya, Basuki juga menegaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tanda bahwa pembangunan kawasan inti pemerintahan terus berlangsung dan aktivitas kenegaraan sudah mulai berpindah ke Kalimantan Timur.

Menurut Basuki, sejumlah fasilitas dasar di Plaza Seremoni dan area seberang Istana Kepresidenan IKN sudah dapat digunakan, termasuk area upacara, akses jalan, dan jaringan utilitas yang mendukung kegiatan pemerintahan. “Upacara ini menunjukkan bahwa IKN terus dibangun. Kegiatan kenegaraan sudah bisa dilakukan di sini. Masih banyak yang harus diselesaikan, tetapi progresnya berjalan,” imbuh Basuki.

FAQ

Apa itu OIKN?

OIKN adalah Otorita Ibu Kota Nusantara yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan Ibu Kota Nusantara.

Berapa total alokasi anggaran untuk OIKN dalam RAPBN 2027?

Total alokasi anggaran untuk OIKN dalam RAPBN 2027 adalah Rp6,7 triliun, dengan Rp5,3 triliun dialokasikan untuk pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif.

Apa saja yang termasuk dalam pembangunan kawasan yudikatif?

Pembangunan kawasan yudikatif mencakup gedung Mahkamah Konstitusi, Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, Plaza Keadilan, dan Masjid Kawasan.

Kapan target penyelesaian pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif?

Target penyelesaian pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif adalah pada Desember 2027.

Apa yang dimaksud dengan pagu indikatif OIKN?

Pagu indikatif OIKN adalah batasan anggaran awal yang ditetapkan untuk pengelolaan dan pembangunan Ibu Kota Nusantara dalam RAPBN.

Berita Terkait

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?
Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?
Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan
Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan
Jadwal Pertandingan Sepak Bola Malam Ini: 19-20 Agustus 2026
Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81
Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’
Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat Drastis di Indonesia: Dampak El Nino 2026
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat Drastis di Indonesia: Dampak El Nino 2026

Berita Terbaru

Bisnis

PT Samudera Logistics Services

Selasa, 25 Agu 2026 - 02:13 WIB

Headline

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agu 2026 - 01:41 WIB

error: Content is protected !!