BERITAKARAWANG.ID – Tiongkok berencana untuk meluncurkan misi luar angkasa bernama Chang’e-7 pada tahun 2026. Misi ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan es air di kutub selatan Bulan, sebuah langkah penting dalam penelitian mengenai karakteristik geologis bulan yang selama ini telah menjadi perhatian ilmuwan.
Misi Eksplorasi Bulan Tiongkok
Misi Chang’e merupakan program eksplorasi Bulan yang dilakukan oleh Tiongkok sejak 2007. Nama ‘Chang’e’ diambil dari tokoh mitologi Tiongkok yang dikenal sebagai dewi bulan. Sejak peluncuran misi pertamanya, Chang’e-1, yang memetakan permukaan Bulan, Tiongkok telah melanjutkan serangkaian misi yang semakin kompleks.
Sejarah Misi Chang’e
- Chang’e-1 diluncurkan pada tahun 2007 untuk memetakan Bulan.
- Chang’e-2, yang diluncurkan pada 2010, melakukan pemotretan area Sinus Iridium, yang dikenal sebagai teluk pelangi.
- Chang’e-3 berhasil melakukan pendaratan lunak di Bulan pada tahun 2013 dan membawa rover Yutu untuk eksplorasi permukaan.
- Chang’e-4, yang diluncurkan pada 2019, menjadi misi pertama yang mendarat di sisi jauh Bulan, tepatnya di Kawah Von Karman.
- Chang’e-5, diluncurkan pada 2020, berhasil mengumpulkan dan membawa kembali sampel dari sisi dekat Bulan.
- Selanjutnya, Chang’e-6 direncanakan untuk 2024, dengan fokus pada pengambilan sampel dari sisi jauh Bulan.
Target Misi Chang’e-7
Chang’e-7 akan lebih dari sekadar mencari es air. Misi ini juga dirancang untuk mempelajari struktur internal Bulan serta membandingkan perbedaan antara sisi dekat dan jauh Bulan. Untuk mencapai tujuan tersebut, wahana Chang’e-7 akan dilengkapi dengan seismograf yang akan digunakan untuk mempelajari fenomena gempa Bulan atau moonquake.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Studi Struktur Bulan
Pakar dari Chinese Academy of Sciences (CAS), Wu Fuyuan, menyatakan bahwa seismograf ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai perbedaan struktur antara dua sisi Bulan. Penelitian ini akan menjadi kelanjutan dari misi sebelumnya, di mana Chang’e-5 membawa sampel dari sisi dekat dan Chang’e-6 berhasil mengumpulkan sampel dari sisi jauh.
Penelitian Es Air di Bulan
Salah satu fokus utama dari misi Chang’e-7 adalah untuk menentukan keberadaan es air. Penelitian ini sangat penting karena es air dapat menjadi sumber daya yang vital untuk misi eksplorasi luar angkasa di masa depan, termasuk potensi koloni manusia di Bulan.
Misi ini juga akan menggunakan wahana hopper yang dilengkapi dengan alat untuk mengidentifikasi dan menganalisis molekul air. Dengan demikian, Chang’e-7 diharapkan tidak hanya dapat mengonfirmasi keberadaan es air, tetapi juga memahami kondisi lingkungan di kutub selatan Bulan lebih dalam.
Harapan untuk Penelitian Masa Depan
Hasil dari misi ini diharapkan dapat memberikan informasi baru tentang perbedaan karakteristik antara sisi dekat dan jauh Bulan, serta memperluas pemahaman kita tentang lingkungan dan struktur Bulan secara keseluruhan. Penelitian ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap ilmu pengetahuan dan eksplorasi luar angkasa di masa depan.
Sumber: Chinese Academy of Sciences, National Center for Science Technology Innovation
FAQ
Apa tujuan utama misi Chang’e-7?
Tujuan utama misi Chang’e-7 adalah untuk mencari es air di kutub selatan Bulan dan mempelajari struktur internal Bulan.
Kapan misi Chang’e-7 direncanakan diluncurkan?
Misi Chang’e-7 direncanakan untuk diluncurkan pada tahun 2026.
Apa yang membedakan Chang’e-7 dengan misi sebelumnya?
Chang’e-7 tidak hanya mencari es air, tetapi juga mempelajari perbedaan antara sisi dekat dan jauh Bulan.
Siapa yang menjadi pembicara utama mengenai misi ini?
Wu Fuyuan dari Chinese Academy of Sciences menjadi salah satu pembicara utama mengenai misi ini.
Apa instrumen yang akan digunakan dalam misi Chang’e-7?
Chang’e-7 akan dilengkapi dengan seismograf untuk mempelajari gempa Bulan dan alat untuk menganalisis molekul air.






