Sentimen Anti-Jepang di Asia Timur: Antara Trauma Sejarah dan Politika Kontemporer

- Penulis Berita

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Ahn Ha-Young, seorang aktris populer dari Korea Selatan, tiba-tiba menjadi sorotan publik setelah penampilannya di acara gelar wicara “Problem Child in House” pada 7 Agustus 2026. Meskipun ia dikenal lewat aktingnya dalam serial “The Trauma Code: Heroes on Call”, ia justru menghadapi hujatan dari netizen Korea Selatan akibat latar belakang keluarganya.

Dalam sesi wawancara tersebut, Ha-Young menjelaskan bahwa kakek buyutnya, Ahn Sang-Ho, adalah seorang pelopor kedokteran modern di Korea, yang pernah belajar di Jepang dan mendirikan klinik pertama di Seoul. Namun, warisan ini justru mengundang kritik karena identitas kakeknya yang dianggap pro-kolonial di masa penjajahan Jepang.

Reaksi negatif terhadap Ha-Young mencerminkan rasa anti-Jepang yang mendalam yang masih ada di masyarakat Korea Selatan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kolonialisme Jepang telah berakhir lebih dari delapan dekade lalu, luka sejarah masih terus membekas di benak generasi penerus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembantaian Nanjing: Simbol Kekejaman Masa Lalu

Tragedi Pembantaian Nanjing merupakan salah satu bukti nyata kekejaman tentara Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II. Pada pertengahan tahun 1937, setelah Jepang berhasil merebut Shanghai, perhatian mereka beralih ke Nanjing, yang saat itu menjadi ibu kota Cina. Ratusan ribu warga sipil ditinggalkan ketika pemerintah Cina melarikan diri, dan kota tersebut jatuh ke tangan pasukan Jepang di bawah komando Jenderal Iwane Matsui.

Dalam keadaan chaos, pasukan Jepang melakukan eksekusi massal terhadap tawanan perang dan warga sipil. Tak terhitung jumlahnya, mereka dieksekusi dengan brutal, bahkan ada laporan tentang perlombaan di antara prajurit Jepang untuk membunuh tawanan menggunakan pedang. Sejarah mencatat bahwa antara 200 ribu hingga 300 ribu jiwa melayang dalam peristiwa kelam ini.

Asimilasi Budaya dan Kekejaman di Korea

Selama periode penjajahan dari 1910 hingga 1945, Jepang juga melakukan berbagai tindakan kejam di Korea, termasuk perbudakan seksual terhadap wanita-wanita Korea. Banyak warga Korea yang dipaksa untuk bekerja di militer dan pabrik, sering kali dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

Selain itu, Jepang berupaya untuk mengasimilasi budaya Korea dengan memaksa warga Korea mengganti nama dan menggunakan bahasa Jepang, sementara bahasa Korea dibatasi penggunaannya. Tindakan ini semakin memperparah luka sejarah yang dirasakan oleh masyarakat Korea.

Kontroversi Kuil Yasukuni dan Penyangkalan Jepang

Sikap Jepang terhadap masa lalu kolonialnya sering kali dianggap tidak serius. Kunjungan Perdana Menteri Jepang, Takeo Miki, ke Kuil Yasukuni pada 15 Agustus 1975, yang juga menjadi tempat peringatan bagi penjahat perang, memicu banyak kritik dari Cina dan Korea Selatan. Sejak saat itu, banyak perdana menteri Jepang yang melakukan kunjungan serupa, yang semakin memperburuk hubungan diplomatik dengan negara-negara tetangga.

Pendidikan sejarah di Jepang juga menjadi sorotan. Materi yang diajarkan di sekolah-sekolah sering kali menggambarkan invasi Jepang secara lebih halus, dan tragedi seperti Pembantaian Nanjing dijelaskan dengan cara yang tidak memadai. Hal ini menyebabkan generasi muda Jepang kurang memahami sejarah kelam yang melibatkan negara mereka.

Isu Sengketa Wilayah dan Ketegangan Diplomatik

Ketegangan antara Jepang, Cina, dan Korea Selatan juga terlihat dalam sengketa wilayah yang belum terselesaikan. Salah satu contohnya adalah klaim atas Kepulauan Senkaku (Diao Yu) yang diperebutkan antara Jepang dan Cina. Sejak 1895, Jepang mengklaim kepulauan tersebut, yang dianggap Cina sebagai bagian dari wilayah mereka yang dicuri.

Di sisi lain, Jepang juga terlibat dalam sengketa dengan Korea Selatan mengenai Pulau Dokdo (Takeshima). Meskipun saat ini pulau tersebut dikuasai oleh Korea Selatan, Jepang tetap mengklaimnya sebagai bagian dari wilayah mereka. Ketegangan ini semakin meningkat dengan adanya klaim terbaru dari Jepang yang mengulang pernyataan hak atas pulau tersebut dalam buku putih pertahanan mereka.

Politik Anti-Jepang di Korea Selatan dan Cina

Sentimen anti-Jepang sering kali dimanfaatkan dalam politik di Korea Selatan dan Cina. Politisi di kedua negara kadang menggunakan isu ini untuk meraih dukungan publik. Di Korea Selatan, kelompok progresif menggunakan sentimen ini untuk menyerang lawan politik yang dianggap terlalu dekat dengan Jepang, sementara kelompok konservatif berusaha memperkuat hubungan dengan Jepang untuk menghadapi ancaman dari Korea Utara.

Di Cina, memori kolektif tentang Perang Cina-Jepang juga digunakan untuk memperkuat nasionalisme. Pemerintah Cina merayakan hari kemenangan atas Jepang setiap 3 September, yang berfungsi untuk mengalihkan perhatian dari isu-isu domestik dan menguatkan legitimasi pemerintah.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang NTT, Dampak Terasa di Beberapa Kabupaten
Viral! Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali Karena Perilaku Kasar
Berita: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Islami
Berita Terkini: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang Inspiratif
Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT
Peringatan Maulid Nabi: Momen Refleksi dan Penguatan Akhlak Umat Islam
12 Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Perlu Diketahui
Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dijatuhi Hukuman Penjara Empat Tahun atas Kasus Korupsi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:56 WIB

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang NTT, Dampak Terasa di Beberapa Kabupaten

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Viral! Tiga Pria Israel Diusir dari Gym di Bali Karena Perilaku Kasar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:55 WIB

Berita: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Acara Islami

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:54 WIB

Berita Terkini: Contoh Mukadimah Pidato Maulid Nabi Muhammad SAW yang Inspiratif

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:53 WIB

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

12 Peristiwa Menakjubkan Menjelang Kelahiran Nabi Muhammad SAW yang Perlu Diketahui

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Mantan Dirut PGN Hendi Prio Santoso Dijatuhi Hukuman Penjara Empat Tahun atas Kasus Korupsi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:51 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW: Peringatan Penuh Makna untuk Umat Islam

Berita Terbaru

Bisnis

Tim SAR Gabungan Intensifkan Evakuasi Pasca Gempa NTT

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:53 WIB