BERITAKARAWANG.ID – Kementerian Kehutanan melaporkan adanya penurunan signifikan pada jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah titik panas nasional berkurang dari 2.170 titik per 19 Agustus menjadi 950 titik pada 20 Agustus 2026. Meski demikian, sejumlah titik api masih terpantau aktif di wilayah Kalimantan.
Penurunan Hotspot di Kalimantan
Di Kalimantan Barat, jumlah hotspot menurun drastis dari 784 titik menjadi 82 titik, berkurang sebanyak 702 titik dalam waktu 24 jam. Kalimantan Tengah juga mencatat penurunan yang signifikan, dari 694 titik menjadi hanya 22 titik, berkurang 672 titik. Sementara itu, Kalimantan Selatan menunjukkan penurunan dari 85 titik menjadi 12 titik, atau berkurang 73 titik.
Meski penurunan ini terlihat positif, penting untuk dicatat bahwa pengurangan jumlah hotspot tidak selalu berarti bahwa semua kebakaran hutan dan lahan telah berhasil dipadamkan. Hotspot adalah indikasi adanya anomali suhu permukaan yang terdeteksi oleh sensor satelit, dan tidak selalu mencerminkan kebakaran yang sedang berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BNPB Mengonfirmasi Masih Ada Kebakaran Aktif
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian karhutla yang masih terjadi di Kalimantan, Sumatra, dan Jawa dalam periode 20 hingga 21 Agustus 2026. Salah satu insiden terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, pada 20 Agustus. Kebakaran ini melanda lahan di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, serta Desa Lenggang dan Desa Lintang di Kecamatan Renggiang, dengan total luas area yang terbakar mencapai sekitar 3,8 hektare.
BPBD Kabupaten Belitung Timur segera mengerahkan empat personel dengan peralatan pemadam untuk memadamkan api, dan api berhasil dipadamkan pada hari yang sama tanpa menimbulkan korban jiwa. Di Jawa Timur, kebakaran juga terjadi di Kabupaten Bondowoso dan Blitar dengan total area yang terbakar mencapai puluhan hektare.
Dampak Kebakaran Hutan di Kalimantan
Kebakaran hutan di Kalimantan memberikan dampak yang luas. Berikut adalah beberapa dampak signifikan dari karhutla yang terjadi:
1. Gangguan Kesehatan Masyarakat
Kabut asap akibat kebakaran hutan menjadi masalah serius bagi kesehatan masyarakat. Di Banjarbaru, misalnya, warga melaporkan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan asap. Dinas Kesehatan setempat mencatat lonjakan kasus ISPA dari 829 menjadi lebih dari 1.000 dalam sepekan.
2. Kualitas Udara yang Buruk
Kualitas udara di beberapa kawasan di Kalimantan mencapai tingkat yang tidak sehat. Di Banjarbaru, konsentrasi PM2.5 mencapai 400 µg/meter kubik, kategori berbahaya. Di Pontianak, kualitas udara berdasarkan indeks kualitas udara (AQI) tercatat 146, juga masuk dalam kategori tidak sehat.
3. Penurunan Jarak Pandang
Kabut asap yang pekat mengganggu aktivitas transportasi, dengan jarak pandang yang sangat terbatas. Di Banjarbaru, pengendara harus mengurangi kecepatan kendaraan dan menyalakan lampu kabut saat berkendara. Di Pontianak, jarak pandang di beberapa jalan mencapai hanya 200 meter.
4. Pembatalan Penerbangan
Bandara Singkawang di Kalimantan Barat mengalami pembatalan penerbangan akibat asap tebal yang menurunkan jarak pandang. Pada 16 Agustus, jarak pandang tercatat sekitar 3.000 meter, yang berdampak pada penerbangan dengan ratusan penumpang.
5. Gangguan Kegiatan Pendidikan
Kegiatan belajar mengajar di beberapa daerah harus disesuaikan dengan kondisi asap. Di Banjarbaru, jam masuk sekolah diundur akibat kabut asap. Di Palangka Raya, murid dan guru diwajibkan menggunakan masker, dan pembelajaran dilakukan secara daring.
6. Dampak Ekonomi
Kebakaran hutan juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Banyak pedagang mengalami penurunan pendapatan karena masyarakat lebih memilih tetap di rumah ketimbang beraktivitas di luar. Pengemudi ojek online terpaksa berhadapan dengan kondisi yang lebih menantang akibat kabut asap.
7. Ancaman Terhadap Permukiman
Api yang dekat dengan pemukiman warga di Banjarbaru menambah risiko kebakaran yang lebih besar, terutama di lahan gambut. Angin kencang dan suhu tinggi mempercepat penyebaran api menuju bangunan.
8. Korban Satwa Liar
Ekosistem dan satwa liar juga menjadi korban dalam kebakaran ini. Di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, tim penanggulangan kebakaran menemukan seekor trenggiling mati saat melakukan penanganan.
Kesimpulan
Karhutla yang terjadi di Kalimantan menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan jumlah titik panas, ancaman kebakaran hutan dan dampaknya masih sangat nyata. Upaya pemadaman dan penanganan kebakaran harus terus dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat, lingkungan, dan ekonomi.
FAQ
Apa itu hotspot kebakaran hutan?
Hotspot kebakaran hutan adalah indikasi adanya anomali suhu permukaan yang terdeteksi oleh sensor satelit, tidak selalu mencerminkan kebakaran aktif.
Apa dampak kesehatan dari kebakaran hutan?
Kebakaran hutan dapat menyebabkan peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat paparan kabut asap.
Bagaimana kualitas udara di Kalimantan saat karhutla?
Kualitas udara dapat mencapai tingkat tidak sehat, dengan konsentrasi PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan.
Apakah ada pembatalan penerbangan akibat kebakaran?
Ya, beberapa penerbangan dibatalkan di Bandara Singkawang karena jarak pandang yang rendah akibat asap tebal.
Apa yang dilakukan pemerintah terkait pendidikan selama karhutla?
Pemerintah mengatur jam masuk sekolah dan mendorong pembelajaran daring untuk menjaga keselamatan siswa.






