BERITAKARAWANG.ID – Mencegah Kebutaan, Penyandang Diabetes Diminta Rutin Cek Retina
Dalam upaya menjaga kesehatan mata, para penyandang diabetes diimbau untuk melakukan pemeriksaan retina secara rutin. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya retinopati diabetik, sebuah kondisi serius yang dapat mengancam penglihatan secara permanen.
Menurut Prof. Muhammad Bayu Sasongko, dokter spesialis mata dari Universitas Gadjah Mada, retinopati diabetik merupakan salah satu komplikasi diabetes yang paling umum. Namun, banyak pasien yang tidak menyadari risiko ini karena kurangnya pemahaman mengenai gejala dan dampaknya.
Pentingnya Kesadaran akan Retinopati Diabetik
Retinopati diabetik seringkali muncul tanpa gejala, sehingga pasien baru menyadari adanya masalah ketika penglihatan sudah mulai terganggu. “Banyak pasien yang beranggapan bahwa penurunan penglihatan adalah hal yang wajar seiring bertambahnya usia atau karena diabetes, sehingga mereka terlambat datang untuk mendapatkan perawatan,” jelas Bayu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data dari BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa sekitar 5,2 juta penyandang diabetes di Indonesia mengalami retinopati diabetik, dengan 1,2 juta di antaranya memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Penyebab dan Faktor Risiko Retinopati Diabetik
Retinopati diabetik disebabkan oleh tingginya kadar gula darah yang berlangsung lama, yang merusak pembuluh darah kecil pada retina. Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan terjadinya kondisi ini antara lain:
- Gula darah yang tidak terkontrol
- Hipertensi
- Kadar kolesterol tinggi
- Kebiasaan merokok
Semakin lama seseorang mengidap diabetes, semakin besar pula risiko kerusakan pada retina.
Urgensi Skrining Rutin
Bayu menekankan pentingnya skrining rutin meskipun pasien merasa tidak ada gangguan penglihatan. Pemeriksaan dapat dilakukan melalui foto fundus atau foto retina, yang kini dapat dilakukan dengan alat portabel.
Pengendalian gula darah juga merupakan langkah utama dalam memperlambat kerusakan retina. Prof. Em Yunir, Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia, mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen penyandang diabetes di Indonesia tidak menyadari kondisi kesehatan mereka, sehingga banyak yang baru terdiagnosis setelah muncul komplikasi serius.
Deteksi Dini sebagai Kunci
Meskipun retinopati diabetik tidak dapat dipulihkan sepenuhnya, deteksi dini melalui pemeriksaan rutin dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit. Dengan penanganan yang tepat, risiko kebutaan total dapat diminimalisir.
Oleh karena itu, penting bagi setiap penyandang diabetes untuk menyadari betapa krusialnya pemeriksaan retina dalam menjaga kesehatan mata dan mencegah komplikasi yang lebih serius di masa depan.
FAQ
Apa itu retinopati diabetik?
Retinopati diabetik adalah komplikasi dari diabetes yang menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah retina.
Mengapa penyandang diabetes perlu memeriksa retina secara rutin?
Pemeriksaan rutin dapat membantu mendeteksi masalah pada retina sebelum menyebabkan kebutaan.
Apa saja faktor risiko terjadinya retinopati diabetik?
Faktor risiko meliputi gula darah yang tidak terkontrol, hipertensi, kadar kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok.
Bagaimana cara melakukan pemeriksaan retina?
Pemeriksaan retina dapat dilakukan melalui foto fundus atau foto retina menggunakan alat khusus.
Apa yang harus dilakukan jika ditemukan masalah pada retina?
Jika ditemukan masalah, dokter akan merencanakan penanganan medis lebih lanjut, seperti terapi laser atau prosedur operasi.






