BERITAKARAWANG.ID – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Eniya Listiani Dewi, mengumumkan rencana untuk membuka lelang 14 lokasi baru untuk eksploitasi energi panas bumi pada tahun 2026 mendatang.
Keputusan ini diambil berdasarkan arahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dengan tujuan untuk mempercepat proses pengembangan sumber energi terbarukan di Indonesia. Eniya menambahkan bahwa sejumlah lokasi yang sebelumnya direncanakan untuk lelang pada tahun berikutnya akan diproses lebih awal, sehingga pengembang tidak perlu menunggu hingga satu dekade untuk memulai eksplorasi.
Eniya mengungkapkan, “Kami akan menggeser seluruh rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) agar bisa dilelang lebih awal. Ini untuk memastikan target-target tahunan tercapai dengan lebih agresif dan tepat waktu,” ujarnya pada acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Persiapan Lelang dan Koordinasi dengan Daerah
Menurut Eniya, ke-14 lokasi baru tersebut berada di luar lima Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) serta tujuh Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) yang sudah dalam proses. Saat ini, Kementerian ESDM tengah mempersiapkan berbagai tahapan, termasuk berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait penetapan lokasi.
“Kami berharap agar pemerintah daerah dapat segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar pengembangan lokasi tidak terhambat. Kebutuhan listrik di daerah seperti Sumatra dan Sulawesi sangat mendesak,” tambahnya.
Pengembangan Energi Panas Bumi di Indonesia
Kementerian ESDM juga membuka lelang untuk lima WKP dan tujuh PSPE pada tahun ini. Lima WKP tersebut terdiri dari Danau Ranau, Hamiding, Songgoriti, Oka Keliang, dan Gunung Sirung. Sedangkan tujuh PSPE meliputi Maranda Mowedang, Lili Seportaki, Siderrejo, Talamau, Sibisiu, Mesepe Suli, dan Banda Baru.
Total kapasitas dari lima WKP dan tujuh PSPE ini mencapai 392 megawatt dengan nilai investasi sekitar 2,2 miliar dolar AS. Proses lelang diharapkan dapat selesai pada tahun ini.
Strategi Mengatasi Keterbatasan Energi
Eniya menegaskan bahwa salah satu perhatian utama pemerintah adalah mengenai sejumlah WKP yang saat ini mangkrak. Proses pengembangan dapat dihentikan sementara jika ada kendala, seperti izin penggunaan kawasan hutan atau masalah terkait cagar budaya. Namun, pemerintah tidak ingin ada penghentian yang disebabkan oleh ketidakseriusan investasi.
Ia menekankan, “Jika terdapat masalah yang tidak menunjukkan keseriusan dalam investasi, kami tidak akan segan untuk mencabut izin tersebut. Kami ingin pengembangan energi panas bumi berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Potensi Energi Panas Bumi untuk Mengurangi Subsidi Listrik
Eniya juga menjelaskan bahwa pengembangan energi panas bumi tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional, tetapi juga berpotensi mengurangi subsidi listrik yang dikeluarkan pemerintah pusat kepada PLN, yang mencapai sekitar Rp233 triliun per tahun.
Daftar Lokasi Panas Bumi yang Akan Dilelang
Berikut adalah 14 lokasi panas bumi yang akan dilelang mulai tahun 2026:
- Sembalun, NTT – kapasitas 10 MW
- Guci, Jawa Tengah – kapasitas 20 MW
- Gorontalo
- Gunung Ciremai, Jawa Barat – kapasitas 25 MW
- Marana, Sulawesi Tengah
- Gunung Pandan, Jawa Timur – kapasitas 60 MW
- Sumatera Utara
- Gunung Endut, Banten – kapasitas 35 MW
- Songgoriti, Jawa Timur – kapasitas 40 MW
- Danau Ranau, Lampung-Sumatera Selatan – kapasitas 40 MW
- Gunung Wilis, Jawa Timur – kapasitas 40 MW
- Lainea, Sulawesi Tenggara
- Gunung Galunggung, Jawa Barat – kapasitas 110 MW
- Gunung Iyang Argopuro, Jawa Timur – kapasitas 55 MW
Dengan langkah ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional dan memenuhi kebutuhan listrik secara berkelanjutan.





