BERITAKARAWANG.ID – Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan informasi mengenai pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang mengklaim bahwa banyak rakyat meminta pemerintah untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Klaim tersebut muncul melalui unggahan di akun Facebook dan Instagram, salah satunya dari akun “Vlog bang eddy” pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Unggahan tersebut menampilkan gambar Bahlil yang sedang melakukan doorstop dan menyertakan tulisan yang menyiratkan adanya permintaan kenaikan harga BBM dari masyarakat. Dalam caption, pemilik akun mempertanyakan siapa yang dimaksud Bahlil, mengingat banyak masyarakat menolak kenaikan harga tersebut.
Hingga Kamis, 20 Agustus 2026, unggahan ini telah mendapatkan banyak interaksi, dengan 388 like, 782 komentar, dan 25 kali dibagikan. Selain itu, konten serupa juga diunggah oleh beberapa akun lainnya di platform yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penelusuran Kebenaran
Untuk mengklarifikasi kebenaran dari klaim tersebut, tim peneliti melakukan penelusuran dengan mencari kata kunci terkait di mesin pencari Google. Hasilnya, tidak ditemukan informasi dari media terpercaya atau pernyataan resmi yang mendukung klaim bahwa Bahlil mengatakan pihaknya menerima banyak permintaan untuk menaikkan harga BBM.
Sebuah laporan dari Tirto mengungkapkan bahwa Pertamina Patra Niaga telah mengumumkan kenaikan harga produk BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026. Harga Pertamax (RON 92) meningkat dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green (RON 95) naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan setelah evaluasi sesuai formula yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, informasi dari Kementerian ESDM menyebutkan bahwa pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Bahlil menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan langkah lanjutan setelah arahan dari Presiden Prabowo Subianto usai kunjungan resmi ke Rusia dan Prancis.
Melalui teknik reverse image search, diketahui bahwa foto yang digunakan dalam unggahan tersebut adalah gambar Bahlil saat memberikan keterangan pers pada tahun 2024. Dalam kesempatan itu, ia membahas pembentukan Satgas Hilirisasi untuk mempercepat proses hilirisasi di berbagai sektor.
Bahlil tidak pernah menyatakan bahwa banyak rakyat menginginkan kenaikan harga BBM. Dengan demikian, klaim yang beredar di media sosial tersebut dapat dianggap salah dan tidak berdasarkan fakta yang valid.
Kesimpulan
Dari hasil penelusuran, dapat disimpulkan bahwa klaim yang mengaitkan Bahlil dengan desakan masyarakat untuk menaikkan harga BBM tidak benar. Tidak ada bukti dari sumber yang kredibel yang mendukung pernyataan tersebut, sehingga informasi ini bisa dikategorikan sebagai hoaks.
Jika pembaca memiliki tanggapan atau saran mengenai pernyataan ini, silakan kirimkan ke email kami.
FAQ
Apakah Bahlil Lahadalia benar-benar mengatakan bahwa rakyat meminta kenaikan harga BBM?
Tidak, klaim tersebut tidak benar dan tidak didukung oleh bukti dari sumber yang kredibel.
Apa saja produk BBM yang mengalami kenaikan harga?
Produk BBM yang mengalami kenaikan harga adalah Pertamax dan Pertamax Green mulai 10 Juni 2026.
Apakah harga BBM bersubsidi akan naik hingga akhir tahun 2026?
Pemerintah memastikan bahwa harga BBM bersubsidi tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.
Siapa yang mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kenaikan harga BBM?
Pernyataan resmi mengenai kenaikan harga BBM dikeluarkan oleh Pertamina Patra Niaga dan Kementerian ESDM.
Apa tujuan dari pembentukan Satgas Hilirisasi yang diungkapkan Bahlil?
Satgas Hilirisasi dibentuk untuk mempercepat proses hilirisasi di berbagai sektor dan menyelesaikan perizinan lintas sektor.





