BERITAKARAWANG.ID – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Efata Kupang melaksanakan program Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak-anak yang terdampak gempa bumi. Kegiatan ini berlangsung di posko pengungsian mandiri Stella Maris, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Kamis (20/8/2026).
Kegiatan Interaktif untuk Memulihkan Emosi
Dalam acara tersebut, sekitar 20 anak berpartisipasi dalam kegiatan yang dirancang secara interaktif. Petugas dari Sentra Efata Kupang, bersama dengan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos, mengajak anak-anak untuk bermain dan terlibat dalam berbagai aktivitas yang bertujuan untuk membantu mereka mengatasi trauma akibat bencana.
Permainan dan Sharing Session
Penyuluh Sosial Sentra Efata Kupang, Rahmat Hidayat Ismail, menjelaskan bahwa kegiatan LDP dimulai dengan sosialisasi melalui lagu bertema tanggap darurat gempa. Kemudian dilanjutkan dengan berbagai permainan yang bertujuan untuk mencairkan suasana dan menyiapkan mental anak-anak ketika menghadapi situasi darurat seperti gempa yang sering terjadi di wilayah NTT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin anak-anak memiliki kesiapan saat terjadi gempa, mengingat frekuensi kejadian gempa di kawasan ini. Selain itu, kami juga mengadakan permainan seperti ice breaking untuk menciptakan suasana yang menyenangkan,” ungkap Rahmat.
Pada kesempatan itu, petugas juga membagikan bubur kacang hijau dan mengadakan sesi berbagi cerita untuk memberikan ruang bagi anak-anak mencurahkan perasaan mereka. “Dalam sesi ini, mereka bisa menceritakan pengalaman dan ketakutan yang mereka rasakan saat gempa. Kami berharap mereka saling menguatkan satu sama lain,” tambahnya.
Trauma yang Masih Membekas
Berdasarkan hasil asesmen, Rahmat mengungkapkan bahwa banyak anak di posko pengungsian masih mengalami trauma. Hal ini terlihat dari cerita mereka tentang pengalaman saat gempa terjadi. “Gempa yang terjadi di pagi hari membuat banyak anak terbangun dengan kaget. Mereka melihat benda-benda jatuh dan mengalami ketakutan yang mendalam,” jelasnya.
Trauma ini belum sepenuhnya pulih karena gempa susulan masih terjadi, meskipun dengan kekuatan yang lebih kecil. “Kejadian-kejadian ini membuat anak-anak merasa takut lagi, sehingga mereka lebih memilih untuk berada di luar rumah,” lanjut Rahmat.
Harapan untuk Kerja Sama Lebih Lanjut
Rahmat berharap agar kementerian dan lembaga lain, serta pemerintah daerah, dapat berkolaborasi untuk menyediakan sumber daya manusia yang diperlukan dalam memberikan dukungan psikososial kepada anak-anak terdampak. Ia juga mengusulkan untuk menyediakan tenda khusus sebagai pusat layanan psikososial.
“Idealnya, ada satu posko besar yang dapat mengumpulkan semua anak untuk mendapatkan penanganan yang lebih terfokus. Saat ini, kami masih berpindah-pindah lokasi, sehingga penanganan kurang maksimal,” harap Rahmat.
Bantuan Logistik untuk Nagekeo
Pada Rabu (19/8/2026), Sentra Efata Kupang juga mengirimkan bantuan tambahan ke Kabupaten Nagekeo, yang mencakup 100 paket family kit, 80 paket kids ware, 500 lembar selimut, 500 lembar tenda gulung, 5 unit solar panel SHS-500, dan 1 unit dapur umum lapangan.
FAQ
Apa itu Layanan Dukungan Psikososial (LDP)?
LDP adalah program yang dirancang untuk memberikan dukungan emosional dan psikologis kepada individu, terutama anak-anak, yang terdampak bencana.
Mengapa anak-anak memerlukan dukungan psikososial setelah bencana?
Anak-anak sering mengalami trauma dan ketakutan setelah bencana, sehingga dukungan psikososial penting untuk membantu mereka memulihkan kondisi emosional dan mental.
Apa saja kegiatan yang dilakukan dalam LDP?
Kegiatan dalam LDP meliputi permainan interaktif, sesi berbagi cerita, dan sosialisasi tentang kesiapan menghadapi gempa.
Bagaimana cara pemerintah daerah dapat berkontribusi dalam program ini?
Pemerintah daerah dapat berkolaborasi dengan kementerian untuk menyediakan sumber daya manusia dan fasilitas yang diperlukan untuk dukungan psikososial.
Apa bentuk bantuan yang diberikan untuk anak-anak di posko pengungsian?
Bantuan yang diberikan meliputi paket kebutuhan keluarga, perlengkapan anak, selimut, dan fasilitas dapur umum lapangan.





