BERITAKARAWANG.ID – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengumumkan bahwa dua anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang selamat dari serangan kelompok Houthi terhadap kapal MV Tihamah di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, akan segera dipulangkan ke tanah air. Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa tim dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat telah berada di Aden untuk mendampingi kedua ABK tersebut.
Proses Pemulangan ABK WNI yang Selamat
Heni Hamidah menjelaskan bahwa tim KBRI Muscat kini berada di Aden untuk membantu dan memfasilitasi pemulangan kedua ABK yang selamat. “Kami akan segera melakukan pemulangan mereka dalam waktu dekat,” ujarnya dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor Kemlu pada Kamis (20/8/2026).
Perawatan Pasca Insiden
Kedua ABK tersebut sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Second December, Yaman, setelah insiden yang terjadi pada 11 Agustus 2026. Pada 18 Agustus, mereka dipindahkan ke Prince MBS Hospital di Kota Aden untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Pemindahan ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan para ABK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Upaya Pencarian ABK Lain yang Hilang
Sementara itu, otoritas di Yaman terus melakukan pencarian terhadap ABK lain yang masih hilang. Heni menambahkan, “Kami akan terus memantau upaya pencarian yang dilakukan oleh pihak berwenang di Yaman. Kami berharap mereka segera ditemukan dengan selamat.”
Detail Insiden Serangan
Serangan terhadap MV Tihamah terjadi pada Selasa (11/8/2026) saat kapal tersebut bersandar di perairan Bab Al-Mandeb, dekat Pulau Perim, Yaman. Kelompok Houthi mengklaim bahwa serangan itu dilakukan karena kapal tersebut diduga mengangkut perlengkapan militer untuk Arab Saudi, meskipun tuduhan tersebut belum diakui oleh pihak Saudi.
Keterangan dari Pihak Pakistan
Dalam insiden ini, Pakistan mengonfirmasi bahwa tiga warganya tewas. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Pakistan yang memberikan informasi terkait jumlah korban dari negaranya.
Langkah Perlindungan KBRI Muscat
Setelah insiden tersebut, KBRI Muscat mengambil langkah-langkah perlindungan bagi ABK WNI, termasuk menyiapkan proses repatriasi ke Indonesia jika situasi memungkinkan. Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI juga telah berkomunikasi dengan keluarga ketiga ABK untuk memberikan penjelasan mengenai penanganan dan situasi terkini.
Kesimpulan
Insiden serangan terhadap kapal MV Tihamah menyoroti bahaya yang dihadapi oleh ABK yang beroperasi di wilayah konflik. Kementerian Luar Negeri Indonesia berkomitmen untuk melindungi warganya dan memastikan keselamatan mereka dalam situasi darurat seperti ini.
FAQ
Apa yang terjadi pada kapal MV Tihamah?
Kapal MV Tihamah diserang oleh kelompok Houthi saat berada di Selat Bab Al-Mandeb pada 11 Agustus 2026.
Berapa jumlah ABK yang ada di kapal MV Tihamah?
Kapal MV Tihamah membawa total 11 ABK, terdiri dari delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI.
Apa langkah yang diambil oleh KBRI Muscat setelah insiden?
KBRI Muscat melakukan langkah perlindungan dan menyiapkan repatriasi bagi ABK WNI yang selamat.
Apa informasi terbaru mengenai ABK WNI yang hilang?
Otoritas terkait di Yaman masih melakukan pencarian terhadap ABK WNI yang hilang.
Apa reaksi pemerintah Pakistan terkait insiden ini?
Pemerintah Pakistan mengonfirmasi bahwa tiga warganya tewas dalam insiden tersebut.





