BERITAKARAWANG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang baru-baru ini melanda beberapa kawasan di Kalimantan dapat dipantau tidak hanya melalui alat resmi seperti SiPongi Kementerian Kehutanan, tetapi juga dengan menggunakan citra satelit dari NASA Worldview. Lalu, bagaimana cara untuk melakukannya?
Mengamati Kebakaran Hutan di Kalimantan Melalui Citra Satelit NASA
Dengan menggunakan teknologi satelit, kita dapat mengetahui apakah asap atau kabut yang terlihat di suatu daerah berasal dari kebakaran lokal atau dipindahkan oleh angin dari daerah lain. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua sumber polusi dapat terdeteksi oleh satelit.
Kebakaran besar, letusan gunung berapi, badai debu, dan aktivitas industri skala besar lebih mudah terlihat, sedangkan polusi yang dihasilkan oleh kendaraan, jalan kecil, atau industri kecil mungkin tidak terdeteksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
NASA menggunakan satelit Terra dan Aqua yang dilengkapi dengan instrumen MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). Kedua satelit ini melakukan pengamatan harian terhadap hampir seluruh permukaan bumi. Terra biasanya melintas pada pagi hingga siang hari, sedangkan Aqua melintas pada sore hari.
Data yang diperoleh dari satelit ini dapat digunakan untuk menganalisis pola asap, debu, dan kabut dalam skala yang lebih luas. Dengan demikian, satelit memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pergerakan asap dan luas area yang mungkin terpengaruh.
Pantauan citra NASA Worldview pada periode 17 hingga 20 Agustus 2026 menunjukkan adanya aktivitas kebakaran dan sebaran asap di beberapa wilayah Kalimantan.
Dalam citra satelit, titik panas berfungsi untuk mengidentifikasi lokasi kebakaran, sementara lapisan true color memungkinkan kita melihat pola pergerakan dan penyebaran asap di atmosfer.
Namun, penting untuk diingat bahwa citra satelit harus dibaca dengan hati-hati. Deteksi titik panas tidak selalu berarti bahwa setiap titik tersebut merupakan kebakaran besar. Selain itu, keberadaan asap yang terdeteksi dari satelit juga belum tentu menunjukkan tingkat polusi di permukaan tanah.
Oleh karena itu, citra dari NASA sebaiknya dibandingkan dengan data hotspot, arah angin, kualitas udara, dan laporan pemerintah untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak dari karhutla.
Langkah-langkah untuk Memantau Karhutla di Kalimantan Menggunakan NASA Worldview
- Langkah pertama, buka situs NASA Worldview di https://worldview.earthdata.nasa.gov/;
- Di kotak pencarian yang terletak di kanan atas, ketik nama daerah yang ingin Anda periksa, contohnya “Kalimantan Barat”;
- Akan muncul titik merah yang dapat Anda perbesar atau perkecil;
- Gunakan fitur pemilihan tanggal untuk melihat perubahan yang terjadi di daerah tersebut;
- Anda juga dapat menggunakan filter di bagian kiri untuk mengamati berbagai kejadian luar biasa di seluruh dunia, seperti kebakaran, banjir, asap, kabut, salju, badai, dan lain-lain.
Titik merah yang muncul pada citra NASA Worldview menunjukkan lokasi anomali panas yang terdeteksi oleh satelit. Titik-titik ini menjadi indikator adanya aktivitas kebakaran atau sumber panas di permukaan.
- Kapolri Tangkap Sejumlah Pelaku Pembakar Lahan Kalimantan
- Fakta-Fakta Kebakaran Hutan Kalimantan: Update Titik dan Dampak
Dengan memanfaatkan teknologi satelit, pemantauan terhadap karhutla menjadi lebih mudah dan efektif. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dan pihak berwenang dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat untuk mengatasi kebakaran hutan yang terjadi.
FAQ
Apa itu kebakaran hutan dan lahan?
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah fenomena kebakaran yang terjadi pada area hutan dan lahan, sering kali disebabkan oleh aktivitas manusia atau kondisi cuaca ekstrem.
Bagaimana cara menggunakan NASA Worldview?
Anda dapat mengunjungi laman NASA Worldview, lalu masukkan nama daerah yang ingin diamati di kotak pencarian, dan pilih tanggal serta filter yang diinginkan.
Apa saja yang bisa dilihat melalui citra satelit?
Citra satelit dapat menunjukkan titik panas yang mengindikasikan kebakaran, pola pergerakan asap, serta kondisi atmosfer di wilayah tertentu.
Mengapa perlu membandingkan citra satelit dengan data lainnya?
Membandingkan citra satelit dengan data hotspot, kualitas udara, dan laporan pemerintah membantu memberikan gambaran yang lebih utuh tentang dampak kebakaran hutan.
Apa dampak dari kebakaran hutan di Kalimantan?
Dampak dari kebakaran hutan di Kalimantan meliputi polusi udara, kerusakan ekosistem, serta gangguan kesehatan bagi masyarakat di sekitar area yang terdampak.






