Inovasi Tepung Ubi dan Singkong untuk Atasi Kebakaran Hutan: Usulan Prabowo Subianto

- Penulis Berita

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Dalam upaya mengatasi masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi untuk melakukan uji coba produksi massal inovasi teknologi tepung yang terbuat dari bahan baku ubi dan singkong. Hal ini disampaikan oleh Prabowo saat memimpin rapat penanganan karhutla di Palembang pada Senin, 24 Agustus 2026.

Pengembangan Teknologi Tepung Pemadam Kebakaran

Prabowo menekankan pentingnya pemanfaatan bahan baku lokal, seperti ubi dan singkong, dalam teknologi pemadaman kebakaran. “Ini menarik, mari kita coba produksi dalam skala besar. Mohon ajukan biaya produksi, kita akan usahakan semua upaya yang ada,” ungkap Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo berbagi kelakar mengenai konsep pemadaman udara jika inovasi ini diterapkan, dengan menyebutnya sebagai “ubi bombing”. Ia juga mempertanyakan kapasitas helikopter MI-17 dalam mengangkut tepung tersebut, yang memiliki potensi untuk digunakan dalam memadamkan api.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penjelasan Kapolri tentang Fungsi Tepung

Inovasi ini pertama kali dipresentasikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menjelaskan bahwa tepung ini bekerja dengan cara memisahkan api dari oksigen (O2) dan karbon dioksida (CO2). “Zat ini dapat digunakan untuk mencegah kebakaran. Jika disemprotkan, ia dapat memisahkan antara api dan oksigen, sehingga dapat mencegah kebakaran lebih lanjut,” jelas Listyo.

Menurut Listyo, inovasi ini memiliki aplikasi ganda, yaitu untuk pencegahan serta pemadaman api kecil. Ia meyakini bahwa jika jumlah tepung yang digunakan mencukupi, bahkan api yang lebih besar pun dapat dipadamkan.

Pentingnya Riset dan Pengembangan

Pada kesempatan yang sama, Pangdam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis, menambahkan bahwa inovasi ini merupakan hasil temuan anggota Babinsa di Lubuklinggau. Namun, ia mengakui bahwa kapasitas produksinya saat ini masih terbatas. “Kami akan berusaha untuk meningkatkan kapasitas produksi jika ada dukungan anggaran,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo meminta agar dilakukan riset yang mendalam dan pengembangan teknologi ini dalam skala besar dengan dukungan dari anggaran pemerintah. Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi efektif dalam upaya penanganan karhutla di Indonesia.

Kesimpulan

Inovasi tepung berbahan baku ubi dan singkong menawarkan harapan baru dalam upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan. Dengan dukungan riset dan pengembangan yang tepat, teknologi ini memiliki potensi untuk menjadi solusi yang ramah lingkungan dan efisien dalam menangani masalah kebakaran yang sering melanda daerah-daerah tertentu di Indonesia.

FAQ

Apa itu inovasi tepung pemadam kebakaran?

Inovasi tepung pemadam kebakaran adalah teknologi yang menggunakan tepung dari ubi dan singkong untuk memisahkan api dari oksigen dan karbon dioksida, sehingga dapat mencegah dan memadamkan kebakaran.

Bagaimana cara kerja tepung ini dalam memadamkan kebakaran?

Tepung ini bekerja dengan cara disemprotkan ke area yang rawan kebakaran, memisahkan api dari oksigen dan karbon dioksida, sehingga dapat menghambat atau memadamkan kebakaran.

Siapa yang mengusulkan inovasi ini?

Inovasi ini diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat penanganan karhutla dan dijelaskan lebih lanjut oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Apakah teknologi ini sudah diuji coba?

Saat ini, teknologi ini masih dalam tahap uji coba dan pengembangan untuk produksi massal. Kapasitas produksinya saat ini masih terbatas.

Apa harapan pemerintah terkait inovasi ini?

Pemerintah berharap inovasi tepung ini dapat menjadi solusi efektif dalam penanganan kebakaran hutan, dengan dukungan riset dan pengembangan yang memadai.

Berita Terkait

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?
Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?
Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan
Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan
Jadwal Pertandingan Sepak Bola Malam Ini: 19-20 Agustus 2026
Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81
Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’
Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat Drastis di Indonesia: Dampak El Nino 2026

Berita Terbaru

Bisnis

PT Samudera Logistics Services

Selasa, 25 Agu 2026 - 02:13 WIB

Headline

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agu 2026 - 01:41 WIB

error: Content is protected !!