Hujan Turun di Kalimantan Tengah Usai Salat Istisqa yang Dipimpin Gubernur

- Penulis Berita

Senin, 24 Agustus 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Dalam upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah di Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi setempat melaksanakan Salat Istisqa dan doa bersama. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur Edy Pratowo di Bundaran Besar Talawang, Palangka Raya pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Paduan Upaya Fisik dan Spiritual

Gubernur Agustiar Sabran mengungkapkan bahwa upaya penanggulangan karhutla tidak hanya dilakukan melalui langkah-langkah fisik, tetapi juga dengan pendekatan spiritual. Kegiatan Salat Istisqa ini merupakan seruan kepada Tuhan untuk memohon hujan, yang diharapkan dapat mengurangi risiko kekeringan dan kebakaran yang mengancam kawasan tersebut.

“Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan, sangat penting untuk meningkatkan ikhtiar baik secara lahir maupun batin,” ujar Gubernur Agustiar. Ia juga mengajak semua elemen masyarakat, termasuk TNI/Polri, aparatur sipil negara (ASN), dan tokoh agama untuk bersama-sama berdoa demi keselamatan dan kesejahteraan Kalimantan Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salat Istisqa: Momentum Kebersamaan

Pelaksanaan Salat Istisqa ini tidak hanya menjadi bentuk permohonan kepada Tuhan, tetapi juga simbol kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan lingkungan. Gubernur menekankan pentingnya kerjasama dalam penanganan karhutla, mengingat dampaknya yang luas terhadap kesehatan dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, kita dapat mengurangi risiko karhutla dan menjaga lingkungan kita,” imbuhnya.

Hujan Datang Usai Doa Bersama

Beberapa jam setelah pelaksanaan Salat Istisqa, hujan turun di beberapa wilayah Kalimantan Tengah, termasuk Kota Palangka Raya. Masyarakat setempat merasakan syukur atas turunnya hujan yang diharapkan dapat membantu meringankan dampak dari karhutla yang selama ini mengancam.

Melalui media sosial, banyak warga yang mengungkapkan rasa syukurnya. Salah satu pengguna mengungkapkan bahwa hujan ini sangat membantu dalam penanganan bencana kekeringan yang melanda.

Pengelolaan Sumber Daya Air yang Bijak

Gubernur Agustiar juga mengingatkan masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Ia mengimbau agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, yang dapat memperburuk situasi kebakaran hutan dan lahan.

“Mari kita jaga lingkungan dengan baik, dan gunakan sumber daya alam secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Upaya Terus Berlanjut

Selain doa dan ikhtiar spiritual, pemerintah daerah juga terus memperkuat upaya penanganan karhutla melalui berbagai strategi. Di antaranya adalah penyiagaan personel, pemadaman titik api, serta operasi modifikasi cuaca (OMC) yang bertujuan untuk meningkatkan curah hujan.

Dengan kolaborasi antara berbagai pihak, diharapkan Kalimantan Tengah dapat segera pulih dari dampak musim kemarau dan karhutla yang berkepanjangan.

FAQ

Apa itu Salat Istisqa?

Salat Istisqa adalah salat yang dilakukan oleh umat Muslim untuk memohon hujan.

Mengapa Salat Istisqa dilakukan di Kalimantan Tengah?

Salat Istisqa dilakukan untuk memohon hujan di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Siapa yang memimpin Salat Istisqa di Kalimantan Tengah?

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, memimpin Salat Istisqa.

Apa dampak dari kebakaran hutan dan lahan?

Kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas sehari-hari.

Apa upaya yang dilakukan pemerintah untuk menangani karhutla?

Pemerintah melakukan penyiagaan personel, pemadaman titik api, dan operasi modifikasi cuaca (OMC).

Bagaimana masyarakat bisa berkontribusi dalam penanganan karhutla?

Masyarakat dapat berkontribusi dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar dan menggunakan air secara bijak.

Berita Terkait

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?
Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?
Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan
Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan
Jadwal Pertandingan Sepak Bola Malam Ini: 19-20 Agustus 2026
Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81
Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’
Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat Drastis di Indonesia: Dampak El Nino 2026

Berita Terbaru

Bisnis

PT Samudera Logistics Services

Selasa, 25 Agu 2026 - 02:13 WIB

Headline

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agu 2026 - 01:41 WIB

error: Content is protected !!