Fenomena Astronomi: Gerhana Bulan Sebagian 96% Akan Terjadi pada 27-28 Agustus 2026

- Penulis Berita

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Sebuah fenomena astronomi yang menakjubkan akan terjadi pada malam 27 hingga 28 Agustus 2026. Pada periode ini, Bulan purnama yang dikenal sebagai “Sturgeon Moon” akan mengalami gerhana bulan sebagian yang sangat dalam, di mana lebih dari 96 persen dari piringan Bulan akan masuk ke dalam bayangan utama (umbra) Bumi.

Ketika fenomena ini terjadi, Bulan akan tampak memerah, menyerupai yang dikenal sebagai Blood Moon. Ini menjadi salah satu gerhana bulan yang paling mengesankan yang dapat disaksikan dari Bumi hingga gerhana bulan total pada malam Tahun Baru 2028 mendatang.

Gerhana bulan ini terjadi ketika posisi Bumi berada di antara Matahari dan Bulan Purnama, sehingga bayangan Bumi jatuh di permukaan Bulan. Pada puncaknya, sekitar 96,2 persen permukaan Bulan akan tertutup oleh bayangan umbra Bumi, menyisakan sedikit cahaya perak di bagian tepi piringan Bulan. Meskipun Bulan akan memancarkan warna kemerahan akibat pantulan cahaya yang tersaring atmosfer Bumi, fenomena ini tidak tergolong sebagai gerhana bulan total sempurna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Durasi dan Aksesibilitas Pengamatan

Proses gerhana, mulai dari fase penumbra hingga fase sebagian, diperkirakan berlangsung selama 5 jam 38 menit. Menurut data dari Time and Date, sekitar 12% populasi dunia, atau setara dengan 987 juta orang, berkesempatan menyaksikan seluruh fase gerhana dari awal hingga akhir. Sementara itu, sekitar 1,3 miliar orang atau 16% populasi Bumi dapat melihat fase sebagian secara penuh.

Wilayah yang Dapat Mengamati

Pengamat di wilayah Amerika Utara dan Selatan akan menjadi yang paling beruntung, dengan sudut pandang terbaik untuk menyaksikan fenomena ini. Selain itu, masyarakat di Eropa dan Afrika juga dapat mengamati tahapan gerhana pada dini hari tanggal 28 Agustus, tepat sebelum Bulan terbenam.

Puncak gerhana akan terjadi pada pukul 04.12 GMT pada tanggal 28 Agustus 2026. Di Amerika Utara, waktu puncak ini akan bertepatan dengan malam 27 Agustus hingga dini hari 28 Agustus, tergantung pada zona waktu setempat. Sebagai contoh, pengamat di zona Waktu Timur (EDT) dapat melihat puncak gerhana pada pukul 00.12 EDT tanggal 28 Agustus, sedangkan di zona Waktu Pasifik (PDT) puncak terjadi pada pukul 21.12 PDT tanggal 27 Agustus.

Gerhana bulan ini menjadi yang pertama sejak September 2024. Bagi para pengamat langit, tidak diperlukan alat bantu seperti teleskop untuk menikmati fenomena ini, karena fenomena ini aman untuk dilihat dengan mata telanjang.

Kesimpulan

Fenomena gerhana bulan sebagian yang akan berlangsung pada 27-28 Agustus 2026 ini adalah kesempatan langka yang tidak boleh dilewatkan. Dengan hampir seluruh piringan Bulan yang akan terhalang oleh bayangan Bumi, pemandangan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang mengesankan bagi para pengamat di seluruh dunia.

FAQ

Apa itu gerhana bulan sebagian?

Gerhana bulan sebagian adalah fenomena ketika hanya sebagian dari piringan Bulan yang terhalang oleh bayangan Bumi, sehingga tidak seluruh permukaan Bulan tertutup.

Kapan gerhana bulan sebagian terjadi?

Gerhana bulan sebagian ini akan terjadi pada malam 27 hingga 28 Agustus 2026.

Dapatkah saya melihat gerhana bulan ini tanpa alat bantu?

Ya, fenomena ini dapat dilihat dengan mata telanjang dan tidak memerlukan alat bantu seperti teleskop.

Di mana saja gerhana bulan ini dapat dilihat?

Pengamat di Amerika Utara, Amerika Selatan, Eropa, dan Afrika dapat melihat gerhana ini.

Mengapa bulan tampak merah pada saat gerhana?

Bulan tampak merah karena cahaya matahari yang melewati atmosfer Bumi terfilter, membuat bayangan yang jatuh di Bulan tampak kemerahan.

Berita Terkait

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?
Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?
Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan
Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan
Jadwal Pertandingan Sepak Bola Malam Ini: 19-20 Agustus 2026
Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81
Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’
Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat Drastis di Indonesia: Dampak El Nino 2026

Berita Terbaru

Bisnis

PT Samudera Logistics Services

Selasa, 25 Agu 2026 - 02:13 WIB

Headline

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agu 2026 - 01:41 WIB

error: Content is protected !!