ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BERITAKARAWANG.ID – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru-baru ini mengungkapkan bahwa masyarakat Indonesia menyimpan emas dalam jumlah yang sangat signifikan. Dalam sebuah acara peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, ia menyebutkan bahwa ada sekitar 1.800 ton emas yang berada “di bawah bantal” oleh warga, dengan nilai mencapai US$252 miliar atau setara dengan Rp4,47 triliun berdasarkan kurs Rp17.747 per dolar AS.
Pentingnya Emas Dalam Ekonomi Indonesia
Airlangga menilai bahwa potensi emas ini dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi industri logam mulia di Indonesia. Ia mengatakan, “Emas yang ada di bawah bantal itu ada 1.800 ton. Nah kalau 1.800 ton, itu nilainya juga luar biasa, US$ 252 miliar.” Dengan memanfaatkan potensi ini, ia berharap dapat meningkatkan ekosistem bullion di tanah air.
Perbandingan Stok Emas Indonesia dengan Negara Lain
Dalam pernyataannya, Airlangga juga membandingkan stok emas Indonesia dengan negara-negara besar lainnya. Ia menjelaskan bahwa Amerika Serikat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, sementara China memiliki 2.331 ton. Dengan 1.800 ton emas, Indonesia berada di bawah kedua negara tersebut, tetapi lebih tinggi daripada India yang hanya memiliki sekitar 880 ton.
Perluasan Akses Emas Melalui Instrumen Keuangan
Airlangga menegaskan bahwa jika hanya 20 persen dari emas yang disimpan oleh masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan atau perbankan syariah, dampaknya akan sangat besar terhadap pertumbuhan ekosistem bullion. “Bagaimana tugasnya dari Pegadaian maupun BSI, yang US$ 252 billion ini, mungkin 20 persen saja pindah dari ditaruh di bawah bantal ke ditaruh ke instrumen keuangan,” ujarnya.
Pengembangan Kebijakan Hilirisasi
Pemerintah Indonesia terus mendorong kebijakan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam. Menurut Airlangga, stok emas yang dimiliki Bank Indonesia masih tergolong rendah, yaitu sekitar 70 ton. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan emas sangat penting.
Analisis Potensi Pertumbuhan Ekonomi
Dalam konteks ini, Airlangga melihat peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ia berharap bahwa dengan pengembangan sektor bullion, Indonesia dapat meningkatkan daya saing di pasar global. “Pemerintah terus mendorong kebijakan hilirisasi, kemudian bapak presiden kemarin juga menyampaikan dalam pidatonya terkait dengan bullion bank,” jelasnya.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Dengan potensi emas yang masih besar, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alamnya. Airlangga optimis bahwa jika masyarakat mulai beralih dari menyimpan emas secara sembunyi-sembunyi ke instrumen keuangan resmi, hal ini akan memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional.








