ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
BERITAKARAWANG.ID – Nilai tukar rupiah menunjukkan penguatan yang signifikan pada Kamis (20/8) sore, dengan tercatat di level Rp17.748 per dolar AS. Penguatan ini mencatat peningkatan sebesar 92 poin atau 0,52 persen dibandingkan dengan perdagangan sebelumnya.
Pemicu Penguatan Rupiah
Peningkatan nilai tukar rupiah ini terjadi di tengah fluktuasi pergerakan mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS. Beberapa mata uang di kawasan Asia, seperti yuan China, peso Filipina, ringgit Malaysia, dan dolar Singapura, juga mengalami penguatan. Secara spesifik, yuan menguat 0,11 persen, peso Filipina 0,26 persen, ringgit Malaysia 0,48 persen, dan dolar Singapura 0,02 persen.
Kondisi Mata Uang Lainnya
Sementara itu, beberapa mata uang Asia yang mengalami pelemahan termasuk yen Jepang yang turun 0,21 persen, won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,33 persen, dan dolar Hong Kong yang terkoreksi 0,03 persen terhadap dolar AS.
Di sisi lain, mata uang utama dari negara maju juga menunjukkan pergerakan yang bervariasi. Euro menguat 0,12 persen, poundsterling Inggris naik 0,20 persen, sementara dolar Kanada tercatat menguat 0,26 persen. Namun, dolar Australia tetap stabil dan franc Swiss justru melemah 0,13 persen terhadap dolar AS.
Sentimen Positif dari Rencana Intervensi AS
Analis dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah ini tidak terlepas dari sentimen positif yang muncul terkait rencana pemerintah Amerika Serikat untuk melakukan intervensi terhadap imbal hasil obligasi jangka panjang. “Rupiah dan mata uang regional, serta mata uang utama dunia, menunjukkan penguatan yang signifikan terhadap dolar AS berkat rencana intervensi tersebut,” ungkap Lukman.
Dampak Rapat Dewan Gubernur BI
Lebih lanjut, hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) juga memberikan pengaruh positif terhadap nilai tukar rupiah. Investor merespons positif hasil RDG BI yang memberikan harapan bagi penguatan mata uang Garuda ini.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, penguatan nilai tukar rupiah pada Kamis sore mencerminkan kondisi yang lebih baik bagi perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian global. Dengan adanya sentimen positif dari berbagai faktor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, diharapkan rupiah dapat terus menunjukkan tren penguatan di masa mendatang.








