Kecelakaan KRL di Cawang-Tebet dan Duri-Tangerang Mengganggu Layanan, KAI Commuter Minta Maaf

- Penulis Berita

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – KAI Commuter mengonfirmasi bahwa dua kecelakaan yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) pagi telah menyebabkan gangguan pada layanan kereta rel listrik (KRL). Peristiwa tersebut berlangsung di perlintasan Cawang-Tebet dan Duri-Tangerang.

Leza Arlan, Manajer Hubungan Masyarakat KAI Commuter, menjelaskan bahwa insiden pertama terjadi di lintasan Cawang-Tebet, di mana seorang pejalan kaki tertabrak kereta saat menyeberang. Kecelakaan ini mengakibatkan keterlambatan perjalanan KRL pada rute Bogor.

“Keterlambatan ini disebabkan oleh kerusakan pada sistem pengereman akibat faktor eksternal. KRL Commuter Line No.1183 relasi Bogor – Jakarta Kota mengalami kecelakaan di lintasan tersebut,” ungkap Leza dalam keterangan tertulisnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, kecelakaan kedua terjadi di perlintasan Duri-Tangerang, di mana kereta dengan nomor 1914 relasi Duri-Tangerang menabrak sepeda motor di jalur tidak resmi. Peristiwa ini juga menyebabkan kerusakan pada bagian depan kereta.

“Kejadian ini berakibat pada kerusakan fisik KRL yang kami operasikan,” tambahnya.

Rekayasa Operasional untuk Mengatasi Keterlambatan

Untuk mengurangi dampak keterlambatan, KAI Commuter telah melakukan rekayasa pola operasi. Perjalanan Commuter Line Bogor kini hanya akan dilayani menggunakan satu jalur dari Stasiun Pasar Minggu ke Stasiun Manggarai. Demikian pula, perjalanan Commuter Line Tangerang akan menggunakan satu jalur di lintas Rawabuaya hingga Batu Ceper.

KAI Commuter saat ini tengah menangani perbaikan sarana KRL dan berupaya mengurai antrean penumpang yang mengalami keterlambatan. Leza pun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang yang terdampak.

“Kami mengimbau kepada pengguna untuk mengikuti arahan dan informasi dari petugas yang ada di lapangan,” tutupnya.

Kecelakaan KRL dan Keselamatan Pengguna

Kecelakaan yang terjadi di perlintasan KRL menunjukkan pentingnya kesadaran akan keselamatan di jalur kereta. Pengguna transportasi umum diharapkan lebih berhati-hati saat berada di sekitar perlintasan kereta api, terutama pada jalur-jalur yang tidak resmi.

Tindakan pencegahan seperti pemasangan pagar pengaman di sekitar perlintasan yang berisiko tinggi sangat diperlukan untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Kesimpulan

KAI Commuter berkomitmen untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang, serta terus memperbaiki sistem operasional mereka pascakecelakaan. Masyarakat pun diharapkan lebih waspada dan mematuhi peraturan yang ada demi keselamatan bersama.

FAQ

Apa yang menyebabkan keterlambatan KRL pada 20 Agustus 2026?

Keterlambatan disebabkan oleh dua kecelakaan, satu di Cawang-Tebet dan satu di Duri-Tangerang.

Apa langkah yang diambil KAI Commuter setelah kecelakaan?

KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi dan meminta maaf kepada penumpang.

Apakah ada korban dalam kecelakaan tersebut?

Ya, terdapat korban jiwa di kedua lokasi kecelakaan.

Bagaimana cara KAI Commuter mengurangi dampak keterlambatan?

KAI Commuter menggunakan satu jalur untuk masing-masing rute untuk mengurangi keterlambatan.

Apa yang harus dilakukan penumpang saat terjadi gangguan layanan?

Penumpang diimbau untuk mengikuti arahan petugas di lapangan.

Berita Terkait

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?
Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?
Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan
Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan
Jadwal Pertandingan Sepak Bola Malam Ini: 19-20 Agustus 2026
Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81
Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’
Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat Drastis di Indonesia: Dampak El Nino 2026

Berita Terbaru

Bisnis

PT Samudera Logistics Services

Selasa, 25 Agu 2026 - 02:13 WIB

Headline

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agu 2026 - 01:41 WIB

error: Content is protected !!