Kebakaran Hutan di Kalimantan: Pantau Melalui Citra Satelit NASA

- Penulis Berita

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang baru-baru ini melanda beberapa kawasan di Kalimantan dapat dipantau tidak hanya melalui alat resmi seperti SiPongi Kementerian Kehutanan, tetapi juga dengan menggunakan citra satelit dari NASA Worldview. Lalu, bagaimana cara untuk melakukannya?

Mengamati Kebakaran Hutan di Kalimantan Melalui Citra Satelit NASA

Dengan menggunakan teknologi satelit, kita dapat mengetahui apakah asap atau kabut yang terlihat di suatu daerah berasal dari kebakaran lokal atau dipindahkan oleh angin dari daerah lain. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua sumber polusi dapat terdeteksi oleh satelit.

Kebakaran besar, letusan gunung berapi, badai debu, dan aktivitas industri skala besar lebih mudah terlihat, sedangkan polusi yang dihasilkan oleh kendaraan, jalan kecil, atau industri kecil mungkin tidak terdeteksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NASA menggunakan satelit Terra dan Aqua yang dilengkapi dengan instrumen MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer). Kedua satelit ini melakukan pengamatan harian terhadap hampir seluruh permukaan bumi. Terra biasanya melintas pada pagi hingga siang hari, sedangkan Aqua melintas pada sore hari.

Data yang diperoleh dari satelit ini dapat digunakan untuk menganalisis pola asap, debu, dan kabut dalam skala yang lebih luas. Dengan demikian, satelit memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pergerakan asap dan luas area yang mungkin terpengaruh.

Pantauan citra NASA Worldview pada periode 17 hingga 20 Agustus 2026 menunjukkan adanya aktivitas kebakaran dan sebaran asap di beberapa wilayah Kalimantan.

Dalam citra satelit, titik panas berfungsi untuk mengidentifikasi lokasi kebakaran, sementara lapisan true color memungkinkan kita melihat pola pergerakan dan penyebaran asap di atmosfer.

Namun, penting untuk diingat bahwa citra satelit harus dibaca dengan hati-hati. Deteksi titik panas tidak selalu berarti bahwa setiap titik tersebut merupakan kebakaran besar. Selain itu, keberadaan asap yang terdeteksi dari satelit juga belum tentu menunjukkan tingkat polusi di permukaan tanah.

Oleh karena itu, citra dari NASA sebaiknya dibandingkan dengan data hotspot, arah angin, kualitas udara, dan laporan pemerintah untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dampak dari karhutla.

Langkah-langkah untuk Memantau Karhutla di Kalimantan Menggunakan NASA Worldview

  • Langkah pertama, buka situs NASA Worldview di https://worldview.earthdata.nasa.gov/;
  • Di kotak pencarian yang terletak di kanan atas, ketik nama daerah yang ingin Anda periksa, contohnya “Kalimantan Barat”;
  • Akan muncul titik merah yang dapat Anda perbesar atau perkecil;
  • Gunakan fitur pemilihan tanggal untuk melihat perubahan yang terjadi di daerah tersebut;
  • Anda juga dapat menggunakan filter di bagian kiri untuk mengamati berbagai kejadian luar biasa di seluruh dunia, seperti kebakaran, banjir, asap, kabut, salju, badai, dan lain-lain.

Titik merah yang muncul pada citra NASA Worldview menunjukkan lokasi anomali panas yang terdeteksi oleh satelit. Titik-titik ini menjadi indikator adanya aktivitas kebakaran atau sumber panas di permukaan.

Baca juga:

  • Kapolri Tangkap Sejumlah Pelaku Pembakar Lahan Kalimantan
  • Fakta-Fakta Kebakaran Hutan Kalimantan: Update Titik dan Dampak

Dengan memanfaatkan teknologi satelit, pemantauan terhadap karhutla menjadi lebih mudah dan efektif. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dan pihak berwenang dapat mengambil langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat untuk mengatasi kebakaran hutan yang terjadi.

FAQ

Apa itu kebakaran hutan dan lahan?

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah fenomena kebakaran yang terjadi pada area hutan dan lahan, sering kali disebabkan oleh aktivitas manusia atau kondisi cuaca ekstrem.

Bagaimana cara menggunakan NASA Worldview?

Anda dapat mengunjungi laman NASA Worldview, lalu masukkan nama daerah yang ingin diamati di kotak pencarian, dan pilih tanggal serta filter yang diinginkan.

Apa saja yang bisa dilihat melalui citra satelit?

Citra satelit dapat menunjukkan titik panas yang mengindikasikan kebakaran, pola pergerakan asap, serta kondisi atmosfer di wilayah tertentu.

Mengapa perlu membandingkan citra satelit dengan data lainnya?

Membandingkan citra satelit dengan data hotspot, kualitas udara, dan laporan pemerintah membantu memberikan gambaran yang lebih utuh tentang dampak kebakaran hutan.

Apa dampak dari kebakaran hutan di Kalimantan?

Dampak dari kebakaran hutan di Kalimantan meliputi polusi udara, kerusakan ekosistem, serta gangguan kesehatan bagi masyarakat di sekitar area yang terdampak.

Berita Terkait

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?
Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?
Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan
Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan
Jadwal Pertandingan Sepak Bola Malam Ini: 19-20 Agustus 2026
Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81
Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’
Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:43 WIB

Usulan Dwikewarganegaraan untuk Talenta Unggul Indonesia: Peluang atau Ancaman?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:42 WIB

Jadwal Pertandingan Badminton World Championship 2026: Siapa Saja Wakil Indonesia Hari Ini?

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Tiga Gunung Berapi di Indonesia Meletus Secara Beruntun, Badan Geologi Beri Peringatan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Tragedi Pendakian di Gunung Bawakaraeng: 31 Pendaki Terpaksa Dievakuasi saat HUT RI ke-81

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Segera Tayang: Urutan Nonton Film Insidious yang Wajib Diketahui Sebelum ‘Out of the Further’

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:40 WIB

Pembangunan Ibu Kota Nusantara: Alokasi Anggaran Rp5,3 Triliun untuk Infrastruktur Legislatif dan Yudikatif

Selasa, 25 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Kebakaran Hutan dan Lahan Meningkat Drastis di Indonesia: Dampak El Nino 2026

Berita Terbaru

Bisnis

PT Samudera Logistics Services

Selasa, 25 Agu 2026 - 02:13 WIB

Headline

Mencicipi Makanan Hewan: Profesi Unik yang Menguntungkan

Selasa, 25 Agu 2026 - 01:41 WIB

error: Content is protected !!