BERITAKARAWANG.ID – Baru-baru ini, keluhan mengenai mobil listrik Hyundai Ioniq 5 menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah influencer Aa Juju, pemilik akun Instagram @makanlurrrr, membagikan pengalaman buruknya setelah membeli kendaraan tersebut. Masalah yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan gangguan teknis, tetapi juga layanan purnajual yang dianggap mengecewakan.
Kronologi Masalah yang Dihadapi Aa Juju
Permasalahan bermula saat Aa Juju membeli Hyundai Ioniq 5 secara tunai. Sebelum transaksi, dia mengonfirmasi dengan konsultan penjualan mengenai kemampuan mobil untuk digunakan dalam parkir paralel, dan dijanjikan bahwa fitur tersebut berfungsi dengan baik. Namun, setelah mobil digunakan, sejumlah masalah muncul.
Masalah Teknis Pertama: Fitur Fast Charging
Masalah pertama yang dihadapi Aa Juju adalah fitur fast charging pada Ioniq 5 miliknya yang tidak berfungsi. Dia mengaku hanya bisa melakukan pengisian daya menggunakan metode AC yang memakan waktu lebih lama. Saat membawa mobilnya ke fasilitas Hyundai di Senayan Park, dia merasa masalah tersebut tidak segera teratasi dan diarahkan untuk mencari stasiun pengisian listrik umum lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mobil Tidak Bisa Dinyalakan
Situasi semakin memburuk ketika mobil tidak dapat dinyalakan sama sekali. Setelah memanggil teknisi untuk melakukan pemeriksaan, dia diberitahu bahwa baterai 12V kendaraan dalam keadaan habis dan harus diganti. Aa Juju mengaitkan masalah tersebut dengan penggunaan mobil saat parkir paralel, di mana beberapa sistem kelistrikan masih beroperasi dan dapat menguras baterai.
Masalah Berlanjut dengan Head Unit
Setelah mengganti baterai 12V, masalah tidak berhenti di situ. Keesokan harinya, Aa Juju menghadapi gangguan pada sistem head unit Ioniq 5, dan kembali harus meminta bantuan teknisi. Ia merasa penanganan yang diberikan Hyundai tidak memuaskan, bahkan ia mendapatkan informasi mengenai solusi masalah tersebut melalui pencarian di internet.
Keluhan Terhadap Layanan Purnajual
Selain gangguan teknis, Aa Juju juga mengeluhkan komunikasi yang buruk dengan pihak Hyundai. Ia merasa pesan kepada tenaga penjual tidak mendapatkan respons yang cepat. Rangkaian masalah yang terus berlanjut membuatnya merasa stres, dan ia mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut mengharuskannya untuk berkonsultasi dengan psikolog.
Respons dari Pihak Hyundai
Menyikapi keluhan yang viral ini, Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengeluarkan pernyataan resmi. Pada 20 Agustus 2026, mereka meminta maaf kepada Aa Juju atas ketidaknyamanan yang dialaminya. Rouli Sijabat, Head of Brand Interactive HMID, menegaskan bahwa perusahaan telah menerima masukan tersebut dan akan melakukan penelusuran serta penanganan secara menyeluruh.
Kesimpulan
Kasus ini menunjukkan pentingnya informasi yang akurat dari tenaga penjual serta kesiapan layanan purnajual dalam menangani masalah pelanggan. Hyundai diharapkan dapat memperbaiki sistem komunikasi dan layanan mereka agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
FAQ
Apa masalah utama yang dialami Aa Juju dengan Hyundai Ioniq 5?
Masalah utama yang dialami adalah fitur fast charging yang tidak berfungsi, mobil tidak dapat dinyalakan, dan gangguan pada head unit.
Bagaimana tanggapan Hyundai terhadap keluhan tersebut?
Hyundai Motors Indonesia meminta maaf dan menyatakan akan melakukan penelusuran serta penanganan menyeluruh terhadap masalah yang dihadapi pelanggan.
Apa yang membuat Aa Juju merasa stres terkait mobilnya?
Ia merasa stres karena pengalaman buruk dengan mobil dan layanan purnajual yang tidak memuaskan, bahkan sampai harus berkonsultasi dengan psikolog.
Apa yang terjadi saat mobil tidak bisa dinyalakan?
Teknisi menyatakan bahwa baterai 12V kendaraan habis dan harus diganti, yang diakibatkan oleh penggunaan saat parkir paralel.
Apa yang dikeluhkan Aa Juju mengenai layanan dari Hyundai?
Ia mengeluhkan komunikasi yang buruk dan respons yang lambat dari pihak penjual saat meminta bantuan.






