Waspadai Gejala Kesemutan: Dokter Ungkap Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Saraf Tepi

- Penulis Berita

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Dalam dunia kesehatan, gejala kesemutan dan baal sering kali diabaikan oleh banyak orang. Namun, dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif dari Siloam Hospitals, dr. Andreas Willianto, mengingatkan bahwa kedua gejala ini dapat menjadi indikasi awal dari gangguan saraf tepi.

Pentingnya Memperhatikan Gejala

Kesemutan biasanya disertai dengan sensasi seperti tersetrum, kelemahan, dan gangguan gerak pada area leher, bahu, lengan, tangan, hingga tungkai. Menurut dr. Andreas, keluhan ini dapat berkaitan dengan berbagai masalah saraf, mulai dari cedera akibat trauma, gangguan pada pleksus brakialis, hingga tumor saraf tepi.

Proses Diagnosis dan Pemeriksaan

Dr. Andreas menekankan perlunya pemeriksaan menyeluruh untuk mengidentifikasi cedera saraf. Gangguan saraf tepi yang tidak diobati dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk beraktivitas dan hidup secara mandiri. Oleh sebab itu, sangat penting untuk tidak mengabaikan gejala-gejala ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fungsi Saraf Tepi

Saraf tepi berfungsi sebagai penghubung antara otak dan sumsum tulang belakang dengan bagian tubuh lainnya. Jaringan ini memainkan peranan penting dalam membawa sensasi, seperti sentuhan, panas, dan nyeri, serta meneruskan perintah motorik untuk bergerak. Ketika saraf mengalami tekanan atau cedera, penghantaran sinyal menjadi terganggu.

Penanganan Medis yang Tersedia

Salah satu solusi medis untuk menangani gangguan saraf tepi adalah melalui Peripheral Nerve Surgery atau bedah saraf tepi. Dr. Ferry Senjaya, Kepala Staf Medik Fungsional Neuroscience Siloam Hospitals, menjelaskan bahwa prosedur ini bertujuan untuk memperbaiki, melepaskan, atau mengalihkan saraf yang rusak di luar sistem saraf pusat.

Operasi dan Rehabilitasi

Pada kondisi tertentu, saraf dapat diperbaiki melalui operasi mikro dengan menyambungkan kembali ujung saraf. Selain tindakan bedah, rehabilitasi medik juga diperlukan untuk memulihkan fungsi fisik yang mungkin hilang. Dr. Theresia D. Arini, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, menekankan pentingnya rehabilitasi untuk mempertahankan dan melatih kembali fungsi yang menurun.

Program Rehabilitasi yang Diterapkan

Program rehabilitasi meliputi latihan gerak, penguatan otot, dan pengelolaan nyeri. Durasi latihan tergantung pada jenis gangguan dan tindakan medis yang telah dilakukan. Dr. Theresia mengingatkan bahwa pemulihan saraf sering kali tidak cepat, sehingga evaluasi berkala sangat penting.

Kesimpulan: Pentingnya Waspada

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kesemutan dan baal bukanlah gejala yang boleh dianggap sepele. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius. Masyarakat diimbau untuk lebih peka terhadap tanda-tanda yang muncul dan berkonsultasi dengan tenaga medis jika mengalami gejala tersebut.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan gangguan saraf tepi?

Gangguan saraf tepi adalah kondisi di mana saraf di luar sistem saraf pusat mengalami cedera atau tekanan, yang dapat mempengaruhi fungsi motorik dan sensasi.

Apa saja gejala dari gangguan saraf tepi?

Gejala gangguan saraf tepi meliputi kesemutan, baal, kelemahan otot, dan gangguan gerak pada area yang terpengaruh.

Bagaimana cara mendiagnosis gangguan saraf tepi?

Diagnosis gangguan saraf tepi dilakukan melalui pemeriksaan fisik menyeluruh dan tes tambahan seperti elektromiografi.

Apa saja langkah penanganan yang tersedia untuk gangguan saraf tepi?

Penanganan dapat meliputi bedah saraf tepi, rehabilitasi medik, dan pengelolaan nyeri.

Kenapa rehabilitasi medik penting setelah operasi saraf?

Rehabilitasi medik penting untuk membantu pasien memulihkan fungsi fisik yang mungkin hilang dan meningkatkan kualitas hidup.

Berita Terkait

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh
Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh
Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus
Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters
Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang
Alwi Farhan Melaju ke Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026, Harapan Indonesia Masih Terjaga
Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas
Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik Jarak Pendek, Tindakan Provokatif di Tengah Ketegangan Global

Berita Terbaru