BERITAKARAWANG.ID – Penelitian terbaru dari Universitas Oulu, Finlandia, menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi kopi memiliki kaitan positif dengan komposisi tubuh yang lebih sehat, terutama dalam hal pengurangan lemak tubuh. Studi ini menemukan bahwa individu yang mengonsumsi lebih banyak kopi cenderung memiliki persentase lemak tubuh dan lemak visceral yang lebih rendah, serta massa otot rangka yang lebih tinggi.
Dalam penelitian tersebut, lebih dari 2.200 orang dewasa berpartisipasi dengan memberikan informasi terkait pola makan, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, serta kebiasaan minum kopi mereka. Para peneliti mengamati konsumsi kopi mulai dari tidak sama sekali hingga lima cangkir atau lebih per hari. Setelah peserta berpuasa semalaman, mereka menjalani pemeriksaan komposisi tubuh dan respons metabolisme terhadap glukosa.
Lebih Banyak Kopi, Lemak Tubuh Lebih Rendah?
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang lebih sering mengonsumsi kopi memiliki total lemak tubuh dan lemak visceral yang lebih rendah. Lemak visceral, yang berlokasi di sekitar organ dalam, diketahui terkait dengan berbagai masalah kesehatan. Selain itu, kelompok yang rutin mengonsumsi kopi juga menunjukkan massa otot rangka yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Para peneliti menemukan bahwa kadar tiga jenis asam amino rantai bercabang (BCAA), yaitu leusin, isoleusin, dan valin, lebih rendah pada orang yang mengonsumsi kopi dalam jumlah lebih tinggi. Kadar BCAA yang tinggi diketahui berhubungan dengan resistensi insulin dan peningkatan risiko diabetes. Namun, penting untuk dicatat bahwa studi ini belum membuktikan bahwa kopi secara langsung menyebabkan perubahan tersebut.
Penelitian Sebelumnya Temukan Hasil Serupa
Temuan ini tidak berdiri sendiri; studi sebelumnya yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Nutrition juga menemukan hubungan antara peningkatan konsumsi kopi berkafein dengan penurunan lemak tubuh pada 1.483 individu dengan sindrom metabolik selama tiga tahun. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi kopi dari tidak atau jarang menjadi moderat, sekitar 1-7 cangkir per minggu, berkaitan dengan penurunan lemak tubuh total, lemak batang tubuh, dan lemak visceral. Namun, peningkatan konsumsi lebih dari satu cangkir per hari tidak menunjukkan hasil yang sama.
Kopi Belum Terbukti Membakar Lemak
Meskipun hasil penelitian ini menjanjikan, para peneliti mengingatkan bahwa hubungan antara kopi dan komposisi tubuh masih memerlukan pemahaman yang lebih mendalam. Studi terbaru ini menunjukkan korelasi, bukan bukti bahwa konsumsi kopi secara langsung membakar lemak atau membantu pembentukan otot. Selain itu, penelitian tidak menguraikan ukuran cangkir, metode penyeduhan, atau tambahan seperti gula dan susu. Oleh karena itu, kopi tidak seharusnya dianggap sebagai solusi instan untuk mencapai bentuk tubuh ideal.
Temuan ini lebih tepat dipahami sebagai indikasi awal bahwa konsumsi kopi, terutama kopi berkafein dalam jumlah tertentu, mungkin memiliki hubungan dengan proses metabolisme dan komposisi tubuh. Pola makan yang seimbang dan aktivitas fisik tetap merupakan faktor utama dalam menjaga kesehatan.
Sumber: New York Post, Clinical Nutrition
FAQ
Apa pengaruh konsumsi kopi terhadap lemak tubuh?
Studi menunjukkan bahwa konsumsi kopi yang lebih tinggi berkaitan dengan penurunan lemak tubuh dan lemak visceral.
Apakah ada batasan dalam konsumsi kopi untuk manfaat kesehatan?
Peningkatan konsumsi kopi lebih dari satu cangkir per hari tidak menunjukkan manfaat yang sama dalam penurunan lemak tubuh.
Apakah kopi bisa dianggap sebagai cara untuk menurunkan berat badan?
Meskipun ada hubungan, kopi tidak dapat dianggap sebagai solusi instan untuk menurunkan berat badan.
Bagaimana cara kerja kopi dalam mempengaruhi komposisi tubuh?
Kopi mungkin berhubungan dengan proses metabolisme, tetapi belum ada bukti langsung bahwa kopi membakar lemak atau membentuk otot.
Apa yang harus diperhatikan saat mengonsumsi kopi?
Perhatikan ukuran cangkir, metode penyeduhan, dan tambahan seperti gula dan susu saat mengonsumsi kopi.






