Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terjaring OTT KPK, Apa Dampaknya?

- Penulis Berita

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dan berhasil menangkap beberapa pejabat tinggi, termasuk Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq. Penangkapan ini menimbulkan berbagai spekulasi mengenai dampak terhadap institusi pendidikan tersebut.

Detail Penangkapan

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengonfirmasi bahwa Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, termasuk salah satu yang tertangkap dalam operasi yang berlangsung pada Jumat (21/8). “Ada Rektor juga,” ungkap Setyo sebagaimana dilansir oleh Antara.

Selain Rektor, dua Wakil Rektor, yaitu Prof. Noor Farid dan Prof. Norman Arie Prayogo, juga terjaring dalam operasi ini. Penangkapan ini menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas di lingkungan pendidikan tinggi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses Hukum yang Ditempuh KPK

Sesuai dengan ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang diamankan. Ini berarti publik akan segera mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai langkah-langkah hukum yang akan diambil terhadap mereka.

Pemeriksaan Intensif Selama 11 Jam

Penyidik KPK melakukan pemeriksaan di Polresta Banyumas, Jawa Tengah, pada Kamis (20/8). Pemeriksaan ini berlangsung selama sekitar 11 jam, melibatkan enam orang, termasuk pejabat dari Unsoed dan pihak eksternal.

Pantauan dari Media Indonesia menunjukkan bahwa rombongan KPK meninggalkan Polresta Banyumas dengan membawa beberapa dokumen penting. Hal ini menunjukkan bahwa KPK sedang mengumpulkan bukti untuk mengusut lebih dalam kasus ini.

Dampak Terhadap Universitas Jenderal Soedirman

Kasus ini tentunya akan berdampak signifikan terhadap reputasi Unsoed. Penangkapan pejabat tinggi seperti Rektor dan Wakil Rektor bisa berimbas pada kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan tersebut. Selain itu, proses hukum yang berkepanjangan dapat mengganggu kestabilan operasional universitas.

Respon dari Pihak Unsoed

Hingga berita ini diturunkan, pihak Unsoed belum memberikan pernyataan resmi mengenai penangkapan ini. Namun, diharapkan pihak universitas segera memberikan klarifikasi untuk mengurangi spekulasi dan menjaga kepercayaan masyarakat.

Kesimpulan

Kasus OTT yang melibatkan Rektor Unsoed ini menjadi perhatian publik dan menyoroti pentingnya integritas dalam dunia pendidikan. Masyarakat berharap agar KPK dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat.

FAQ

Apa yang terjadi pada Rektor Unsoed?

Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, terjaring dalam operasi tangkap tangan oleh KPK.

Siapa saja yang ditangkap dalam OTT ini?

Selain Rektor, dua Wakil Rektor juga ditangkap, yaitu Prof. Noor Farid dan Prof. Norman Arie Prayogo.

Apa yang akan dilakukan KPK setelah penangkapan?

KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum dari para pihak yang diamankan.

Apa dampak dari penangkapan ini terhadap Unsoed?

Penangkapan ini dapat berdampak negatif terhadap reputasi Unsoed dan kepercayaan masyarakat.

Apakah pihak Unsoed sudah memberikan pernyataan resmi?

Hingga saat ini, pihak Unsoed belum memberikan pernyataan resmi mengenai penangkapan ini.

Berita Terkait

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh
Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh
Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus
Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters
Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang
Alwi Farhan Melaju ke Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026, Harapan Indonesia Masih Terjaga
Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas
Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik Jarak Pendek, Tindakan Provokatif di Tengah Ketegangan Global

Berita Terbaru