BERITAKARAWANG.ID – Petani Desa Sukaratu Cilebar Desak Pengerukan Sungai untuk Antisipasi Banjir, Para petani yang tinggal di Desa Sukaratu, Kecamatan Cilebar, mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kondisi aliran sungai di wilayah mereka yang mengalami pendangkalan. Mereka berharap agar keluhan ini segera mendapatkan perhatian dari pihak berwenang, terutama menjelang musim hujan yang diprediksi akan datang.
Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sungai yang mengalir dari Kecamatan Rawamerta hingga Kecamatan Cilebar mengalami pendangkalan yang cukup parah. Terlihat jelas endapan tanaman eceng gondok yang membusuk telah menumpuk di dasar sungai, menciptakan kekhawatiran bagi para petani setempat. Beberapa bagian dasar sungai bahkan terlihat dangkal hingga belasan meter.
Udin, seorang petani berusia 43 tahun, menyatakan bahwa kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya tindakan dari dinas terkait untuk melakukan pengerukan. “Pendangkalan ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Awalnya tidak begitu parah, tetapi sekarang sudah menyebar hingga setengah badan sungai sudah seperti daratan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Udin mengekspresikan keprihatinan bahwa jika situasi ini dibiarkan, aliran sungai tidak akan mampu menampung air saat musim hujan tiba, yang dapat mengakibatkan banjir. “Kalau saja dilakukan pengerukan, situasinya tidak akan semakin parah,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa meskipun pernah ada pengerukan yang dilakukan sekitar dua tahun lalu, kegiatan tersebut tidak mencakup wilayah desa mereka. “Ada normalisasi, tetapi tidak di wilayah kami. Kami berharap agar hal yang sama dapat dilakukan di area aliran sungai yang melintas di desa kami,” lanjutnya.
Permintaan untuk pengerukan sungai dianggap wajar oleh masyarakat setempat, mengingat Desa Sukaratu adalah daerah yang sering dilanda banjir setiap tahun. Mereka berharap normalisasi dapat dilakukan dengan segera agar terhindar dari bencana banjir yang kerap menghantui. “Jika tidak dikeruk, kami khawatir musim hujan mendatang akan kembali banjir seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Ocep, seorang buruh tani berusia 34 tahun asal Kecamatan Rawamerta, menambahkan bahwa ia sering melintasi daerah tersebut sebelum menuju sawahnya. Ia mengonfirmasi bahwa sawah di sekitar seringkali terendam air saat hujan, menyerupai lautan. “Mungkin jika sungai dikeruk, akan membantu mengurangi risiko banjir,” katanya.
FAQ
Apa yang dikeluhkan petani di Desa Sukaratu?
Petani di Desa Sukaratu mengeluhkan pendangkalan aliran sungai yang dapat menyebabkan banjir saat musim hujan.
Sudah berapa lama pendangkalan sungai terjadi?
Pendangkalan sungai di daerah tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun.
Apa yang diharapkan petani terkait sungai tersebut?
Petani berharap agar pihak berwenang segera melakukan pengerukan untuk mencegah banjir.
Bagaimana kondisi sungai saat ini?
Sungai mengalami pendangkalan parah dengan endapan eceng gondok yang menumpuk di dasar.
Apa dampak jika pengerukan tidak dilakukan?
Jika tidak dilakukan pengerukan, sungai tidak akan mampu menampung air saat hujan, berpotensi mengakibatkan banjir.






