KPK Menggandeng Universitas Jenderal Soedirman dalam Kasus OTT, Investigasi Terus Berlanjut

- Penulis Berita

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) pada Kamis (20/8), yang melibatkan sejumlah pejabat di lingkungan universitas tersebut. Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa penyelidikan tidak hanya menargetkan pimpinan universitas saja, tetapi juga melibatkan pihak lain yang diduga berkaitan dengan kasus ini.

Detail Operasi Tangkap Tangan di Unsoed

Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan beberapa orang, termasuk dua wakil rektor Unsoed, yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik berinisial NF dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni berinisial NAP. Selain itu, terdapat dua pihak eksternal berinisial AW dan M, serta seorang staf wakil rektor.

Fokus Penyelidikan KPK

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa kasus yang sedang diusut KPK terkait dengan proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri Fakultas Kedokteran Unsoed. Setyo Budiyanto menyatakan bahwa tim penyelidik masih mendalami keterlibatan oknum lainnya dan belum dapat memberikan rincian lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Operasi ini berlangsung setelah pihak KPK melakukan pemeriksaan di gedung Sat Reskrim Polresta Banyumas selama sekitar 11 jam. Para pihak yang diamankan kemudian dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Salah satu yang dibawa adalah Wakil Rektor III, Prof. Norman Arie Prayoga.

Proses Hukum Setelah OTT

KPK masih memiliki waktu untuk menentukan status hukum dari para pihak yang terjaring dalam OTT ini. Setyo menambahkan bahwa KPK akan memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan kasus setelah proses penyelidikan selesai.

Keterkaitan dengan Kasus di Kabupaten Bogor

Saat bersamaan, KPK juga melakukan OTT di Kabupaten Bogor, di mana sejumlah kepala dinas turut terjaring. Namun, hingga saat ini, KPK belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait detail kasus di Bogor.

Reaksi Publik dan Tindakan KPK

Kasus ini menarik perhatian publik, terutama terkait dengan integritas pendidikan tinggi di Indonesia. KPK diharapkan dapat menuntaskan penyelidikan ini dan memberikan kejelasan mengenai dugaan korupsi yang melibatkan pejabat akademik.

Setyo Budiyanto menegaskan bahwa KPK berkomitmen untuk memberantas korupsi di semua sektor, termasuk pendidikan. “Kami akan terus menggali informasi terkait kasus ini hingga tuntas,” tegasnya.

Penutup

Kasus OTT di Unsoed ini menjadi sorotan utama, dan diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi institusi pendidikan lainnya untuk menjaga transparansi serta akuntabilitas dalam proses penerimaan mahasiswa. KPK akan memberikan update lebih lanjut setelah investigasi berlanjut.

FAQ

Apa itu OTT yang dilakukan KPK?

OTT adalah operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh KPK untuk menangkap pelaku korupsi saat melakukan tindakan ilegal.

Siapa saja yang terlibat dalam OTT di Unsoed?

Dua wakil rektor Unsoed, sejumlah pihak eksternal, dan seorang staf wakil rektor terlibat dalam operasi ini.

Apa yang menjadi fokus penyelidikan KPK di Unsoed?

Penyelidikan fokus pada dugaan korupsi dalam proses penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri Fakultas Kedokteran Unsoed.

Apa langkah KPK selanjutnya setelah OTT?

KPK akan melakukan pemeriksaan lanjutan dan menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam OTT.

Bagaimana reaksi publik terhadap OTT ini?

Kasus ini menarik perhatian publik dan diharapkan menjadi pelajaran bagi institusi pendidikan untuk menjaga transparansi.

Berita Terkait

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh
Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh
Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus
Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters
Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang
Alwi Farhan Melaju ke Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026, Harapan Indonesia Masih Terjaga
Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas
Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:22 WIB

Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:21 WIB

Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:20 WIB

Korea Utara Luncurkan 10 Rudal Balistik Jarak Pendek, Tindakan Provokatif di Tengah Ketegangan Global

Berita Terbaru