AS Siapkan Isolasi Ekonomi Terbesar untuk Tekan Rezim Iran

- Penulis Berita

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BERITAKARAWANG.ID – Dalam langkah yang dianggap sebagai upaya paling agresif dalam sejarah, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, mendesak sekutu-sekutu Washington untuk mendukung upaya meruntuhkan perekonomian Iran. Langkah ini merupakan bagian dari kampanye tekanan ekonomi yang dirancang untuk menggulingkan rezim di Tehran.

Bessent menegaskan, “Kami akan meruntuhkan rezim ini. Sudah waktunya bagi sekutu kami dan seluruh dunia untuk mengambil keputusan,” dalam wawancaranya dengan CNBC.

Dalam pernyataannya, Bessent memberikan pilihan tegas kepada negara-negara mitra, “Anda berada di pihak kami, atau melawan kami.” Pernyataan ini menggarisbawahi ketegangan yang semakin meningkat antara AS dan Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi pernyataan tersebut, Presiden Donald Trump sebelumnya juga menyatakan bahwa negara mana pun yang memberikan dukungan kepada rezim Iran akan menghadapi “konsekuensi ekonomi yang sangat besar.” Meskipun rincian tentang langkah-langkah spesifik yang akan diambil belum diumumkan, Bessent menyebutkan bahwa informasi lebih lanjut akan dirilis dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada 24 Agustus mendatang.

Sanksi Ekonomi yang Menghancurkan

AS dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran sejak Februari lalu, dengan alasan mencegah Tehran mengembangkan senjata nuklir, yang selalu dibantah oleh pihak Iran. Sebagai respons, Iran telah melakukan serangan terhadap Israel dan pangkalan AS di Timur Tengah, serta menutup sebagian besar Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman 20 persen minyak dan gas alam cair dunia, yang menyebabkan fluktuasi harga energi global.

Bessent mengonfirmasi bahwa sanksi baru ini akan menjadi bagian dari “isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia.” Ia memperingatkan bahwa negara-negara yang terus berbisnis dengan Iran akan berhadapan dengan tindakan tegas dari pemerintah AS.

Kondisi Ekonomi Iran yang Terpuruk

Perekonomian Iran telah lama terpuruk akibat sanksi internasional yang berlangsung selama beberapa dekade. Lonjakan biaya hidup awal tahun ini memicu gelombang protes di kalangan warga. Data resmi menunjukkan bahwa harga barang-barang pokok meningkat rata-rata 60% dalam 12 bulan terakhir, sementara harga makanan melonjak dua kali lipat.

Namun, meskipun ada ancaman sanksi baru, banyak warga Iran meragukan bahwa langkah-langkah tersebut dapat meruntuhkan rezim. Seorang warga dari Provinsi Khuzestan menyatakan optimisme bahwa Iran mampu bertahan. “Mungkin akan ada dampaknya pada awal penerapan, tetapi itu tidak berarti Iran tidak akan mampu mengatasi krisis ini,” ujarnya.

Warga lainnya juga berpendapat bahwa gertakan Washington tidak akan serta merta meruntuhkan pemerintahan. “Tidak semua hal berubah hanya karena pernyataan dari Presiden Trump,” katanya. “Iran telah hidup di bawah sanksi selama bertahun-tahun, dan masyarakat sudah terbiasa dengan situasi ini. Saya yakin Iran akan menemukan cara lain untuk tetap berdagang.”

Penutup

Dengan meningkatnya tekanan ini, masa depan perekonomian Iran dan stabilitas rezim di Tehran akan menjadi sorotan utama. Apakah sanksi ekonomi yang dijanjikan oleh AS akan efektif dalam menggulingkan kekuasaan Iran, atau justru akan memperkuat ketahanan rakyatnya, masih menjadi pertanyaan besar yang menunggu jawaban.

FAQ

Apa yang dimaksud dengan isolasi ekonomi terbesar dalam sejarah?

Isolasi ekonomi terbesar dalam sejarah merujuk pada kampanye sanksi dan tekanan ekonomi yang dirancang oleh AS untuk meruntuhkan rezim Iran.

Mengapa AS menjatuhkan sanksi terhadap Iran?

AS menjatuhkan sanksi terhadap Iran dengan alasan untuk mencegah pengembangan senjata nuklir dan untuk menggulingkan rezim yang ada.

Apa reaksi warga Iran terhadap sanksi baru ini?

Banyak warga Iran meragukan efektivitas sanksi baru tersebut dan percaya bahwa Iran akan menemukan cara untuk bertahan meskipun dalam tekanan.

Kapan informasi lebih lanjut tentang sanksi akan diumumkan?

Informasi lebih lanjut tentang sanksi baru akan diumumkan dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada 24 Agustus mendatang.

Bagaimana dampak sanksi terhadap perekonomian Iran?

Sanksi diharapkan akan memperburuk kondisi ekonomi yang sudah terpuruk, dengan lonjakan harga barang dan kebutuhan pokok.

Berita Terkait

AS Gandakan Program Buyback Obligasi, Purbaya: Indonesia Jadi Contoh
Fitur Unggulan Omoda O4: Mobil Listrik AI Terjangkau dengan Jarak Tempuh Jauh
Purbaya Yudhi Sadewa: Dana Rp44 Miliar untuk Bencana NTT Sudah Ditransfer Sejak Awal Agustus
Demon Hunter Ajukan Gugatan Terhadap Netflix Terkait Film Kpop Demon Hunters
Indonesia Coffee Expo 2026: Pameran Kopi Terbesar di Jakarta Akan Datang
Alwi Farhan Melaju ke Perempat Final Kejuaraan Dunia BWF 2026, Harapan Indonesia Masih Terjaga
Tragedi Kecelakaan di Jalan Ness: Mobil Tergelincir Masuk Jurang, Satu Tewas
Cuaca Panas Ekstrem Mengancam Kualitas Obat dan Vaksin: Pentingnya Rantai Dingin
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Fakta Menarik Tentang Wendy’s yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Tips Ahli: Cara Menanak Nasi Sempurna Tanpa Kesalahan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:26 WIB

Haka Resto Tawarkan Paket Makan Malam Romantis untuk Pasangan di Jakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:25 WIB

Justus Steakhouse Resmi Buka Outlet ke-12 di Alam Sutera, Sediakan Steak Berkualitas dengan Harga Terjangkau

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:25 WIB

Koki Italia Ungkap Kesalahan Umum dalam Membuat Spaghetti Bolognese

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:25 WIB

Berita Karawang: Cara Mudah Membuat Teh Boba Sehat di Rumah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Kreatifitas Menu Sehat: Kaki Naga Isi Bayam untuk Anak Susah Makan Sayur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 00:24 WIB

Menu Sehat dan Lezat: Resep Bakso Sayur Umami untuk Keluarga

Berita Terbaru

Kuliner

Tips Ahli: Cara Menanak Nasi Sempurna Tanpa Kesalahan

Sabtu, 22 Agu 2026 - 00:26 WIB