BERITAKARAWANG.ID – Musala Dewi Yulisyani, yang terletak di Perumahan Cariu Permai Residance 3, Desa Wancimekar, Kecamatan Kotabaru, Karawang, menjadi fenomena baru di dunia peribadatan. Desainnya yang menyerupai Ka’bah di Masjidilharam, Arab Saudi, menarik perhatian banyak warga dan jamaah untuk berkunjung.
Musala ini tidak hanya memiliki bentuk eksternal yang mirip dengan Ka’bah, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai ornamen yang menyerupai yang ada di Masjidilharam, termasuk maqom Ibrahim. Imam musala, Komarudin (30), menjelaskan bahwa pembangunan musala ini dimulai pada tahun 2024 dengan tujuan untuk memberikan pengalaman beribadah yang unik bagi masyarakat.
Menilik Desain dan Fasilitas Musala
Musala Dewi Yulisyani memiliki ukuran yang hampir sama dengan Ka’bah di Mekah, yaitu panjang sekitar 12,86 meter dan lebar 11,03 meter. Namun, ketinggiannya sedikit lebih pendek dibandingkan dengan Ka’bah yang asli, yang memiliki tinggi sekitar 13,1 meter. “Meskipun tampilannya mirip, bagian dalam musala tetap seperti musala pada umumnya,” ungkap Komarudin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ikon Jejak Kaki Nabi Ibrahim
Salah satu daya tarik lain dari musala ini adalah adanya jejak kaki Nabi Ibrahim yang terletak di sebelah timur musala. Dibuat dengan pembatas besi berwarna emas, jejak kaki ini menambah keunikan dan makna spiritual bagi pengunjung. Selain itu, kubah di atas maqom Ibrahim juga menjadi salah satu elemen penting dalam desain musala ini.
Peran Musala dalam Masyarakat
Musala ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi warga sekitar. Komarudin menyatakan bahwa musala ini telah menjadi tujuan kunjungan bagi banyak orang, termasuk dari luar perumahan. “Musala ini juga pernah digunakan untuk manasik haji pada tahun 2025,” tambahnya.
Keberadaan Musala Sebagai Simbol Kesatuan Umat
Musala Dewi Yulisyani menjadi simbol kesatuan umat Muslim, di mana keberadaan bangunan ini menggambarkan kebangkitan spiritual di tengah masyarakat. Dengan desain yang unik dan fasilitas yang mendukung, musala ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas ibadah dan pengetahuan agama di kalangan jamaah.
Kesimpulan
Dengan berbagai keunikan dan fungsinya, Musala Ka’bah Dewi Yulisyani menjadi salah satu landmark baru di Karawang. Kehadirannya tidak hanya memberikan tempat ibadah yang menarik, tetapi juga menyatukan masyarakat dalam semangat keagamaan yang lebih kuat. Dengan harapan, musala ini akan terus menjadi sumber inspirasi dan edukasi bagi banyak orang.
FAQ
Apa itu Musala Dewi Yulisyani?
Musala Dewi Yulisyani adalah tempat ibadah yang terletak di Karawang, dengan desain yang menyerupai Ka'bah di Mekah.
Kapan Musala Dewi Yulisyani dibangun?
Musala ini dibangun pada tahun 2024.
Apa saja fasilitas yang ada di Musala Dewi Yulisyani?
Fasilitas di musala ini termasuk ruang ibadah, maqom Ibrahim, dan jejak kaki Nabi Ibrahim.
Apakah Musala Dewi Yulisyani hanya digunakan untuk ibadah?
Tidak, musala ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.
Kapan Musala Dewi Yulisyani digunakan untuk manasik haji?
Musala ini pernah digunakan untuk manasik haji pada tahun 2025.






