Petani Desa Sukaratu Cilebar Desak Pengerukan Sungai untuk Antisipasi Banjir

- Penulis Berita

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desa Sukaratu Cilebar

i

Desa Sukaratu Cilebar

BERITAKARAWANG.ID – Petani Desa Sukaratu Cilebar Desak Pengerukan Sungai untuk Antisipasi Banjir, Para petani yang tinggal di Desa Sukaratu, Kecamatan Cilebar, mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait kondisi aliran sungai di wilayah mereka yang mengalami pendangkalan. Mereka berharap agar keluhan ini segera mendapatkan perhatian dari pihak berwenang, terutama menjelang musim hujan yang diprediksi akan datang.

Pantauan di lokasi menunjukkan bahwa sungai yang mengalir dari Kecamatan Rawamerta hingga Kecamatan Cilebar mengalami pendangkalan yang cukup parah. Terlihat jelas endapan tanaman eceng gondok yang membusuk telah menumpuk di dasar sungai, menciptakan kekhawatiran bagi para petani setempat. Beberapa bagian dasar sungai bahkan terlihat dangkal hingga belasan meter.

Udin, seorang petani berusia 43 tahun, menyatakan bahwa kondisi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa adanya tindakan dari dinas terkait untuk melakukan pengerukan. “Pendangkalan ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir. Awalnya tidak begitu parah, tetapi sekarang sudah menyebar hingga setengah badan sungai sudah seperti daratan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Udin mengekspresikan keprihatinan bahwa jika situasi ini dibiarkan, aliran sungai tidak akan mampu menampung air saat musim hujan tiba, yang dapat mengakibatkan banjir. “Kalau saja dilakukan pengerukan, situasinya tidak akan semakin parah,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan bahwa meskipun pernah ada pengerukan yang dilakukan sekitar dua tahun lalu, kegiatan tersebut tidak mencakup wilayah desa mereka. “Ada normalisasi, tetapi tidak di wilayah kami. Kami berharap agar hal yang sama dapat dilakukan di area aliran sungai yang melintas di desa kami,” lanjutnya.

Permintaan untuk pengerukan sungai dianggap wajar oleh masyarakat setempat, mengingat Desa Sukaratu adalah daerah yang sering dilanda banjir setiap tahun. Mereka berharap normalisasi dapat dilakukan dengan segera agar terhindar dari bencana banjir yang kerap menghantui. “Jika tidak dikeruk, kami khawatir musim hujan mendatang akan kembali banjir seperti tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Ocep, seorang buruh tani berusia 34 tahun asal Kecamatan Rawamerta, menambahkan bahwa ia sering melintasi daerah tersebut sebelum menuju sawahnya. Ia mengonfirmasi bahwa sawah di sekitar seringkali terendam air saat hujan, menyerupai lautan. “Mungkin jika sungai dikeruk, akan membantu mengurangi risiko banjir,” katanya.

FAQ

Apa yang dikeluhkan petani di Desa Sukaratu?

Petani di Desa Sukaratu mengeluhkan pendangkalan aliran sungai yang dapat menyebabkan banjir saat musim hujan.

Sudah berapa lama pendangkalan sungai terjadi?

Pendangkalan sungai di daerah tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun.

Apa yang diharapkan petani terkait sungai tersebut?

Petani berharap agar pihak berwenang segera melakukan pengerukan untuk mencegah banjir.

Bagaimana kondisi sungai saat ini?

Sungai mengalami pendangkalan parah dengan endapan eceng gondok yang menumpuk di dasar.

Apa dampak jika pengerukan tidak dilakukan?

Jika tidak dilakukan pengerukan, sungai tidak akan mampu menampung air saat hujan, berpotensi mengakibatkan banjir.

Berita Terkait

Lonjakan Pengunjung di Pantai Pondok Bali Subang Selama Libur Lebaran 2026
Kebakaran Lahan di Purwakarta Meningkat, Damkar Hadapi Kendala Serius
Kebakaran TPA Cikolotok Purwakarta: Proses Pemadaman Masih Berlangsung, Diduga Akibat Ulah Pemulung
Pemerintah Purwakarta Targetkan Perbaikan 80 Kilometer Jalan Rusak Selesai pada 2027
Karawang Kirim 56 Pramuka ke Jambore Nasional XII 2026 untuk Perkuat Persahabatan dan Prestasi
Kukuhkan 50 Anggota Paskibraka 2026, Bupati Aep: Mereka Adalah Generasi Terbaik Karawang
Pemkab Karawang alokasikan anggaran Rp7 miliar untuk program LKS gratis – ANTARA News Megapolitan
Pemkab Karawang Alokasikan Rp114,48 Miliar untuk Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Lonjakan Pengunjung di Pantai Pondok Bali Subang Selama Libur Lebaran 2026

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran Lahan di Purwakarta Meningkat, Damkar Hadapi Kendala Serius

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:12 WIB

Kebakaran TPA Cikolotok Purwakarta: Proses Pemadaman Masih Berlangsung, Diduga Akibat Ulah Pemulung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:12 WIB

Pemerintah Purwakarta Targetkan Perbaikan 80 Kilometer Jalan Rusak Selesai pada 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:11 WIB

Karawang Kirim 56 Pramuka ke Jambore Nasional XII 2026 untuk Perkuat Persahabatan dan Prestasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:11 WIB

Pemkab Karawang alokasikan anggaran Rp7 miliar untuk program LKS gratis – ANTARA News Megapolitan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Pemkab Karawang Alokasikan Rp114,48 Miliar untuk Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:10 WIB

Saung Lebak Hejo: Destinasi Wisata Alam dan Kuliner Autentik di Karawang

Berita Terbaru