BERITAKARAWANG.ID – Perekonomian di Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Digitalisasi yang meluas telah membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menemukan cara baru untuk bertahan dan berkembang di tengah tantangan zaman. Dengan memanfaatkan platform digital dan ekosistem pembayaran nontunai, UMKM semakin mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Di Makassar, ibu kota Sulsel, lebih dari 84.280 UMKM telah bergabung dan berjualan di platform e-commerce seperti Shopee. Angka ini menunjukkan bahwa platform digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan yang mendesak bagi para pelaku UMKM.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung manfaat dari e-commerce adalah Wawan, seorang pengusaha gula aren di Makassar. Ia mengungkapkan bahwa dengan menggunakan fitur-fitur seperti Shopee Live dan tools analitik, ia dapat memantau penjualannya secara harian dan merumuskan strategi bisnis yang lebih efektif. “Tools tersebut membantu saya menentukan waktu yang tepat untuk memposting dan produk mana yang memiliki kinerja terbaik,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari Januari hingga Juni 2026, Wawan mencatatkan penjualan antara 5.000 hingga 6.000 paket melalui marketplace. Dengan rata-rata pengiriman harian yang konsisten antara 100-200 paket, Wawan mengakui pencapaian ini tidak terbayangkan tanpa dukungan ekosistem digital yang kuat.
Komitmen Pemprov dan Shopee
Pemerintah Provinsi Sulsel dan Shopee telah menjalin komitmen untuk memajukan UMKM di daerah. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, berharap kolaborasi ini dapat mengembangkan UMKM, khususnya dalam pemasaran produk secara digital. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan, termasuk Kampus UMKM Shopee, yang hadir di Makassar sebagai wadah percepatan pengembangan bisnis UMKM melalui digitalisasi.
Transformasi Digital UMKM
Digitalisasi tidak hanya terbatas pada saluran penjualan, tetapi juga meliputi sistem pembayaran. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat hingga Juli 2026, terdapat 158.590 merchant yang menggunakan QRIS di kalangan UMKM. Salah seorang warga, Rezky, mengungkapkan bahwa ia lebih memilih menggunakan QRIS untuk bertransaksi di Shopee, karena lebih praktis dan mengurangi ketergantungan pada uang tunai.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin, menambahkan bahwa transaksi digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dan mendukung efisiensi sistem pembayaran di berbagai sektor usaha. Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan juga terus mendorong kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) dengan biaya transaksi QRIS sebesar nol persen untuk transaksi tertentu hingga Rp100 ribu mulai 1 Oktober 2026.
Dukungan dari Pemerintah Nasional
Secara nasional, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan dan Kementerian UMKM berupaya mendorong digitalisasi UMKM. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah peluncuran Program Akselerasi Usaha Lokal, yang menggandeng Shopee. Program ini menawarkan berbagai manfaat bagi penjual lokal, termasuk Voucher Akselerasi Usaha Lokal, akses pasar global melalui Program Ekspor Shopee FLEXI, dan peningkatan keterampilan digital melalui Kampus UMKM Shopee Kelas Online.
Sepanjang semester I tahun 2026, Shopee telah menyalurkan dukungan lebih dari Rp100 miliar untuk usaha lokal. Pada tahun 2025, Shopee juga menyediakan voucher senilai Rp165 miliar untuk mendukung UMKM. Di sisi regulasi, Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 mengatur prioritas promosi produk dalam negeri dan UMKM, serta perlindungan konsumen. Selain itu, Peraturan Menteri UMKM Nomor 3 Tahun 2026 mengatur pemangkasan biaya layanan e-commerce bagi UMKM hingga 50%, yang mulai berlaku pada 17 Juni 2026.
Pemerintah juga mendorong integrasi platform SAPA UMKM, yang telah diuji coba termasuk di Sulawesi, dengan menggandeng platform e-commerce seperti Shopee. Transformasi digital ini menciptakan wajah baru ekonomi di Sulsel, di mana UMKM dan platform digital berkolaborasi untuk membuka akses pasar yang lebih luas dan meningkatkan daya saing di tengah persaingan ekonomi nasional dan global.
FAQ
Apa itu digitalisasi UMKM?
Digitalisasi UMKM adalah proses penerapan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi operasional, pemasaran, dan penjualan produk oleh usaha mikro, kecil, dan menengah.
Mengapa UMKM perlu bergabung dengan platform e-commerce?
Bergabung dengan platform e-commerce membantu UMKM menjangkau pasar yang lebih luas, meningkatkan penjualan, dan memanfaatkan berbagai fitur pemasaran digital.
Apa manfaat penggunaan QRIS bagi UMKM?
Penggunaan QRIS memberikan kemudahan dalam transaksi, efisiensi biaya, dan memudahkan konsumen dalam melakukan pembayaran tanpa uang tunai.
Bagaimana dukungan pemerintah terhadap UMKM di Sulsel?
Pemerintah Provinsi Sulsel dan kementerian terkait memberikan dukungan melalui program pelatihan, pendampingan, dan regulasi yang mempermudah operasional UMKM.
Apa saja fitur yang ditawarkan oleh Shopee untuk pelaku UMKM?
Shopee menawarkan berbagai fitur seperti Shopee Live, tools analitik, dan program pelatihan melalui Kampus UMKM untuk membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis mereka.






