BERITAKARAWANG.ID – Nick Kyrgios, petenis asal Australia, kini berada di ujung tanduk kariernya setelah dinyatakan positif mengandung metabolit kokain saat berlaga di Mallorca Terbuka pada bulan Juni lalu. Dalam sebuah pernyataan di media sosial, Kyrgios mengakui perbuatannya dan menyebutnya sebagai “kesalahan besar”, serta menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
Pemain berusia 31 tahun ini sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa kemungkinannya untuk terus bermain tenis hingga usia 30-an sangat kecil. Ironisnya, saat dia berjuang untuk pulih dari cedera lutut dan pergelangan tangan yang serius, skandal doping ini justru mengancam akhir kariernya.
Ancaman Sanksi dan Proses Hukum
Kyrgios saat ini tengah menjalani suspensi sementara hingga penyelidikan mengenai kasusnya selesai. Dia menghadapi kemungkinan larangan bertanding hingga empat tahun. Namun, terdapat celah hukum yang bisa meringankan hukumannya jika dia dapat membuktikan bahwa konsumsi zat terlarang tersebut terjadi di luar periode kompetisi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika berhasil, sanksi yang dijatuhkan bisa dipangkas menjadi maksimum tiga bulan. Namun, proses hukum ini diperkirakan akan berlangsung cukup lama.
Rekam Jejak Kontroversi Kyrgios
Nick Kyrgios dikenal sebagai sosok kontroversial di dunia tenis, memiliki bakat luar biasa namun sering terlibat dalam masalah disiplin. Ia pernah mengalahkan Rafael Nadal di Wimbledon pada debutnya, namun perilakunya yang kerap mengundang perhatian negatif juga tak kalah banyak. Berikut adalah beberapa insiden yang mencoreng namanya:
| Tahun | Insiden | Sanksi |
|---|---|---|
| 2015 | Komentar tidak pantas kepada pacar Stan Wawrinka | Larangan bertanding 28 hari (ditangguhkan) |
| 2016 | Perilaku buruk di Shanghai Masters | Larangan 8 minggu (dikurangi menjadi 3 minggu setelah konseling) |
| 2019 | Melempar kursi dan pelecehan verbal wasit | Denda Rp1,7 miliar dan larangan 16 minggu (ditangguhkan) |
| 2023 | Mengaku melakukan penyerangan terhadap mantan kekasih | Bebas dari catatan kriminal |
| 2024 | Positif metabolit kokain | Suspensi sementara (proses hukum berjalan) |
Kesehatan Mental dan Perjuangan Pribadi
Kyrgios juga mengakui bahwa masalah mentalnya telah menjadi beban berat selama kariernya. Dalam dokumenter Netflix “Break Point”, ia menyebutkan bahwa 2019 merupakan tahun terburuk dalam hidupnya, ketika ia terjerat dalam penyalahgunaan alkohol dan obat-obatan. Bahkan, ia sempat menjalani perawatan di rumah sakit jiwa di London.
Kritik terhadap Sistem Antidoping
Menariknya, sebelum terlibat dalam kasus doping ini, Kyrgios merupakan salah satu kritikus terkuat terhadap sistem antidoping dalam tenis. Ia sering mengecam perlakuan yang tidak adil dalam penjatuhan sanksi, seperti yang dialami oleh beberapa pemain lain.
“Hari yang menyedihkan bagi tenis. Keadilan dalam tenis itu tidak ada,” tulisnya saat menanggapi hukuman ringan yang diterima pemain lain.
Kesimpulan
Dengan segala kontroversi dan perjuangan yang dihadapinya, masa depan Nick Kyrgios dalam dunia tenis kini tergantung pada hasil penyelidikan dan keputusan hukum yang akan diambil. Dia menyatakan akan menarik diri dari kehidupan publik selama 28 hari untuk fokus memperbaiki diri sebelum mencoba kembali ke lapangan.






