BERITAKARAWANG.ID – Kekeringan yang melanda Kabupaten Subang, Jawa Barat, telah menyebabkan dampak signifikan terhadap sektor pertanian. Saat ini, 1.348 hektare sawah di 45 desa dari 15 kecamatan terancam gagal panen. Situasi ini muncul akibat pasokan air yang tidak memadai di musim kemarau yang berkepanjangan.
Dampak Kekeringan Terhadap Pertanian di Subang
Menurut petani setempat, Suna, banyak tanaman padi yang tumbuh tidak normal, sehingga harus dicabut untuk dijadikan pakan ternak. “Kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai Rp7 juta per hektare,” ujarnya pada Sabtu (18/7).
Upaya Penanganan dan Bantuan dari Pemerintah
Meskipun pemerintah telah memberikan bantuan berupa pompa air, itu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan para petani. Banyak dari mereka terpaksa menyewa pompa air dengan biaya operasional yang tinggi demi menyelamatkan tanaman mereka. Suna menambahkan, “Bantuan pompa air yang ada saat ini belum memadai, sehingga kami harus mencari solusi lain.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecamatan Terdampak Kekeringan
Kekeringan ini terutama melanda 15 kecamatan, di antaranya Patokbeusi, Cikaum, Pagaden, dan Legonkulon, dengan Kecamatan Legonkulon menjadi yang paling parah terkena dampak.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Subang
Bupati Subang, Reynaldy Putra Andita, menyatakan meskipun kekeringan semakin meluas, produktivitas padi belum terpengaruh secara signifikan. Pemkab berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah antisipasi agar dampak kekeringan tidak semakin meluas.
Kesimpulan
Situasi di Subang menjadi tantangan bagi para petani dan pemerintah setempat. Dengan langkah-langkah yang tepat, diharapkan dapat mengurangi dampak kekeringan yang mengancam ketahanan pangan di wilayah tersebut.






