BERITAKARAWANG.ID – Harga kebutuhan pokok di Kabupaten Subang, Jawa Barat, mengalami lonjakan signifikan akibat dampak musim kemarau yang berkepanjangan. Fenomena ini telah menyebabkan berkurangnya pasokan komoditas pertanian, yang berimbas pada kenaikan harga di pasar.
Inspeksi Mendadak di Pasar Tradisional
Dalam upaya memastikan kondisi pasar, Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang melakukan inspeksi mendadak ke beberapa pasar tradisional. Hasilnya, hampir semua jenis kebutuhan pokok tercatat mengalami kenaikan harga. Kenaikan paling tajam terlihat pada komoditas pertanian.
Kenaikan Harga Komoditas Pertanian
Contohnya, harga jagung kini mencapai Rp14.000 per kilogram, meningkat dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya Rp7.000 per kilogram. Selain itu, harga kacang panjang melonjak dari Rp10.000 menjadi Rp16.000 per kilogram. Kenaikan harga ini mencerminkan dampak langsung dari penurunan produksi akibat kekeringan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Statistik Kenaikan Harga
Menurut Kepala DKUPP Subang, Yeni Nuraeni, beberapa komoditas lainnya juga mengalami kenaikan antara 10 hingga 30 persen. Kenaikan yang cukup signifikan juga terjadi pada cabai dan komoditas pertanian lainnya yang pasokannya terbatas. “Ada kacang tanah yang kenaikannya lebih dari 50 persen, serta cabai rawit di atas 25 persen,” ujar Yeni.
Dampak Kenaikan Harga terhadap Masyarakat
Dengan harga yang terus meningkat, masyarakat mulai merasakan dampak langsung, di mana mereka harus menyesuaikan anggaran belanja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami harus memikirkan ulang berbelanja karena harga yang lebih tinggi dari biasanya,” ungkap salah seorang pembeli.
Pemerintah Diharapkan Tindak Lanjut
Yeni berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar tidak terus melambung. “Kenaikan harga ini menjadi perhatian serius, dan perlu ada tindakan nyata dari pemerintah untuk menanggulangi masalah ini,” tambahnya.
Kesimpulan
Kenaikan harga kebutuhan pokok di Subang akibat musim kemarau menunjukkan bagaimana kondisi cuaca dapat mempengaruhi ekonomi lokal. Dinas terkait diharapkan segera merespon untuk menstabilkan harga dan memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pokok bagi masyarakat.






