BERITAKARAWANG.ID – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Karawang telah menjalin kemitraan dengan Politeknik Negeri Bandung (Polban) untuk meningkatkan keterampilan alumni BLK. Fokus dari pelatihan kali ini adalah perawatan dan perbaikan AC mobil, yang bertujuan untuk mempersiapkan peserta memasuki dunia kerja atau mengembangkan usaha mandiri.
Kepala BLK Disnakertrans Kabupaten Karawang, Agung Jauhari, menyatakan bahwa kerja sama dengan Polban telah berjalan hampir lima tahun. Melalui program ini, alumni yang sebelumnya hanya terampil dalam memperbaiki AC rumah kini mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai AC mobil.
“Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperluas pengetahuan mereka. Kini, selain perbaikan AC rumah, mereka juga belajar tentang perbaikan AC mobil, yang tentunya akan membantu dalam usaha yang dijalankan,” ungkapnya pada Rabu (12/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seluruh peserta berasal dari masyarakat Kabupaten Karawang, dengan latar belakang alumni BLK dari berbagai angkatan. Banyak di antara mereka yang sudah memiliki usaha di bidang jasa perbaikan AC, dan pelatihan ini diharapkan dapat menambah keterampilan mereka untuk memperluas layanan yang ditawarkan.
“Semua peserta adalah warga Karawang. Kami mengundang kembali alumni dari angkatan sebelumnya, terutama yang sudah berwirausaha, untuk meningkatkan pengetahuan mereka tentang perbaikan AC mobil,” tambah Agung.
Agung berharap bahwa keterampilan baru ini akan memberikan peluang usaha yang lebih baik dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan menguasai perbaikan AC rumah dan mobil, peserta diharapkan dapat menawarkan lebih banyak jenis layanan kepada pelanggan.
Sementara itu, Dosen Politeknik Negeri Bandung, Prof. Ir. Sumeru, M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali peserta dengan keterampilan dalam melakukan servis dan perawatan AC mobil. Kebutuhan akan jasa perawatan AC mobil semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah kendaraan di jalan raya.
“Pertama-tama, kami ingin membekali pencari kerja dengan kemampuan untuk melakukan servis dan perawatan AC mobil. Saat ini, hampir seluruh kendaraan dilengkapi dengan AC,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa getaran dari mesin kendaraan dapat menyebabkan sistem AC menjadi lebih rentan terhadap kebocoran. Oleh karena itu, peserta perlu memahami berbagai aspek perawatan, termasuk cara mengisi refrigeran atau freon serta menangani kerusakan pada sistem AC. Dengan keterampilan ini, peserta diharapkan dapat bekerja di bengkel AC atau membuka usaha mereka sendiri.
“Dengan kemampuan ini, mereka bisa bekerja di bengkel AC atau bahkan berwirausaha, mendirikan bengkel servis AC mobil,” tambahnya.
Pelatihan ini bukan hanya tentang keterampilan teknis, tetapi juga bertujuan untuk memperkenalkan refrigeran yang lebih ramah lingkungan. Saat ini, penggunaan refrigeran R134a masih umum di Indonesia, tetapi di negara lain seperti Amerika Serikat dan Eropa, refrigeran R1234yf yang lebih ramah lingkungan mulai banyak digunakan.
“Di Indonesia, sudah saatnya kita mulai menggunakan refrigeran yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan R134a yang memiliki nilai Global Warming Potential (GWP) tinggi dapat berdampak negatif pada lingkungan. Sementara refrigeran R1234yf memiliki GWP yang jauh lebih rendah dan lebih aman untuk lingkungan,” jelas Sumeru.
Ia menambahkan bahwa meskipun R1234yf sudah digunakan di beberapa kendaraan di Indonesia, umumnya masih terbatas pada kendaraan premium. Sumeru percaya bahwa jika penggunaan refrigeran ini meningkat, harga akan turun seiring dengan permintaan.
Tujuan jangka pendek dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja agar lebih mudah mendapatkan pekerjaan atau memulai usaha. Dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penggunaan teknologi AC dan refrigeran yang lebih ramah lingkungan.
Materi pelatihan yang disampaikan oleh Polban tidak selalu sama setiap tahun. Topik pelatihan disesuaikan dengan jenis kendaraan dan teknologi terbaru yang sedang berkembang.
“Setiap tahun, kami mengganti materi pelatihan. Tahun lalu kami membahas AC split, tahun ini mengenai AC mobil berbahan bakar BBM, dan mungkin tahun depan akan berbeda lagi,” ujarnya.
Dengan pelatihan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mereka, sehingga peluang mendapatkan pekerjaan semakin besar.
“Alhamdulillah, hasilnya positif. Peningkatan keterampilan akan membuat pencari kerja lebih mudah mendapatkan pekerjaan dibandingkan sebelumnya,” tambahnya.
Selain memberikan materi dan praktik, Polban juga menyediakan modul serta alat praktik untuk peserta, memastikan mereka mendapatkan pengalaman langsung dan bukan hanya teori.
“Peserta tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga alat sebagai media praktik,” tutup Sumeru.
FAQ
Apa tujuan dari pelatihan ini?
Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan keterampilan alumni BLK dalam perawatan AC mobil.
Siapa yang menjadi peserta pelatihan?
Peserta pelatihan adalah alumni BLK dari Kabupaten Karawang.


